Pulau Penyengat, Tanjungpinang — Gelaran akbar Penyengat Heritage Fest 2025 siap digelar pada Jumat hingga Sabtu, 12–13 September 2025, di Pulau Penyengat, sebuah pulau bersejarah yang menjadi ikon peradaban Melayu di Kepulauan Riau. Festival ini akan menyajikan beragam atraksi budaya, olahraga tradisional, hingga hiburan malam penuh semarak yang diyakini mampu memupuk rasa bangga sekaligus menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Festival ini bukan sekadar pesta budaya, melainkan perayaan identitas, kebersamaan, dan warisan Melayu yang terus hidup hingga kini.
Hari Pertama – Jumat, 12 September 2025
Festival dibuka dengan Lomba Gasing mulai pukul 09.00–17.00 WIB. Gasing, permainan tradisional yang membutuhkan keahlian dan strategi, akan menjadi magnet tersendiri. Suara deru gasing berputar di arena akan menghadirkan suasana nostalgia sekaligus menghibur masyarakat.
Malam harinya, tradisi Nyuluh kembali digelar pukul 20.00–22.00 WIB. Dengan cahaya obor dan lampu senter, para peserta akan berkompetisi menangkap ikan dengan cara menombak di perairan pantai Kampung Bulang, Pulau Penyengat. Jika cuaca tidak bersahabat, lomba unik ini akan dijadwalkan ulang pada Minggu, 14 September 2025.
Hari Kedua – Sabtu, 13 September 2025
Memasuki hari kedua, suasana Pulau Penyengat akan semakin semarak dengan Lomba Gasing Anak-anak dan Final Gasing Dewasa pada pukul 08.00–17.00 WIB. Tradisi ini tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi simbol warisan budaya yang terus diwariskan lintas generasi.
Puncaknya, malam hari akan menjadi momen paling ditunggu: Malam Puncak Penyengat Heritage Fest 2025 sekaligus gelaran Penyengat Night Run 5 KM. Ratusan peserta lari malam akan memenuhi jalan-jalan Pulau Penyengat sambil menikmati nuansa sejarah dan keindahan arsitektur Melayu. Acara ini akan berlangsung pukul 20.00–22.00 WIB dan secara resmi dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad.
Hiburan Utama – Malam Puncak Penuh Warna
Malam puncak festival akan menghadirkan deretan hiburan yang memadukan nuansa tradisi, musik, dan seni tari khas Melayu.
Artis Rojer Kajol dari Malaysia
Sebagai bintang utama, artis jemputan asal Malaysia, Rojer Kajol, akan hadir menghibur masyarakat. Penampilannya akan semakin meriah karena turut didampingi oleh Pengiring Budaya Warisan Azmi cs, sebuah grup musik yang sarat nuansa etnik. Kolaborasi ini diyakini akan menjadi momen yang mempererat hubungan budaya serumpun antara Kepulauan Riau dan Malaysia.
Setaman Malay Akustik dari Pulau Penyengat
Penampilan istimewa dari musisi lokal Setaman Malay Akustik akan membawa suasana hangat dan penuh makna. Dengan alunan musik akustik bernuansa Melayu, grup ini akan mempersembahkan karya yang lahir dari denyut nadi Pulau Penyengat itu sendiri.
Tari Joget Senyum Memikat oleh Sanggar Rajuk Bergerak Penyengat
Dengan lenggok tubuh yang anggun dan senyum yang selalu menghiasi wajah penari, Joget Senyum Memikat akan ditampilkan oleh Sanggar Rajuk Bergerak Penyengat. Tarian ini menjadi simbol keramahan dan keceriaan masyarakat Melayu.
Joget Dangkong / Joget Lambak sebagai Penutup
Sebagai puncak hiburan, festival akan ditutup dengan Joget Dangkong atau Joget Lambak, tarian rakyat yang mengajak semua orang untuk turut bergembira. Sanggar Budaya Warisan Penyengat akan menghidupkan suasana, dan penonton diajak untuk tidak hanya menyaksikan, tetapi juga ikut menari bersama. Inilah momen persaudaraan, di mana batas antara penampil dan penonton melebur dalam satu semangat: kebersamaan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menegaskan pentingnya festival ini bagi pariwisata dan kebudayaan daerah.
“Penyengat Heritage Fest 2025 bukan hanya agenda hiburan, melainkan wujud nyata komitmen kita dalam melestarikan warisan budaya Melayu. Dengan menghadirkan artis serumpun dari Malaysia, sanggar seni lokal, hingga atraksi tradisi khas Penyengat, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Melayu itu hidup, berkembang, dan membanggakan. Saya yakin festival ini akan menjadi tonggak penting dalam mengangkat citra Kepulauan Riau sebagai destinasi budaya berkelas internasional,” ungkap Hasan penuh semangat.
Cahaya Menyapa Sejarah: Penyengat di Malam Hari
Salah satu daya tarik baru yang akan memikat wisatawan adalah permainan cahaya lampu yang dipasang di berbagai cagar budaya Pulau Penyengat. Mulai dari Masjid Raya Sultan Riau, Gedung Mesiu, Makam Raja-Raja, Istana Kantor, Istana Tengku Bilik hingga Balai Adat, semuanya akan tampil dengan sorotan cahaya yang memukau.
Pada malam hari, bangunan-bangunan bersejarah tersebut akan berkilau seakan hidup kembali, mengisahkan kejayaan masa lampau dalam balutan nuansa modern. Atmosfer pulau pun akan terasa berbeda, bukan hanya sakral dan historis, tetapi juga megah, hangat, dan penuh pesona.
Dengan inovasi ini, Pulau Penyengat tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata budaya siang hari, tetapi juga sebagai destinasi wisata malam yang spektakuler. Wisatawan dapat merasakan pengalaman unik: berjalan di lorong sejarah sambil disapa permainan cahaya yang menghidupkan kembali warisan Melayu.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menegaskan bahwa inovasi permainan cahaya adalah simbol optimisme baru dalam pariwisata Kepri.
“Penyengat Heritage Fest 2025 menjadi bukti bahwa budaya dan sejarah bisa berpadu dengan sentuhan modern. Permainan cahaya lampu di setiap cagar budaya akan memberikan pengalaman magis bagi pengunjung, seolah-olah sejarah yang agung itu kembali hidup dalam balutan cahaya. Kami ingin Pulau Penyengat tak hanya dikenang karena kejayaan masa lalu, tetapi juga dikagumi sebagai ikon pariwisata budaya kelas dunia,” ungkap Hasan.
Dengan rangkaian acara yang sarat nilai budaya, Penyengat Heritage Fest 2025 diharapkan mampu memperkuat identitas Melayu sekaligus menarik wisatawan untuk datang dan merasakan langsung pesona Pulau Penyengat. (BPras)
