Tanjungpinang – Pulau Penyengat kembali menjadi pusat perhatian dunia pariwisata dan budaya. Jumat pagi (12/9/2025), Penyengat Heritage Fest 2025 resmi dibuka dengan semarak, diawali dengan Lomba Gasing Tradisional Melayu yang diikuti tidak hanya peserta dari Kepulauan Riau, tetapi juga dari Singapura, Kalimantan Barat, Siak, Indragiri Hilir, hingga Jambi.

Salah satu highlight dari festival ini adalah Lomba Gasing Tradisional Melayu. Permainan gasing, yang telah diwariskan turun-temurun, menjadi simbol ketangkasan sekaligus identitas budaya masyarakat Melayu Kepulauan Riau.

Ajang bergengsi ini mencatat 84 peserta, terdiri dari 60 kategori dewasa dan 24 kategori anak-anak lokal. Suasana penuh antusiasme tampak sejak awal, ketika putaran gasing beradu di atas gelanggang, menggambarkan kekuatan tradisi sekaligus semangat kebersamaan lintas daerah.

 

Sambutan Kepala Dinas Pariwisata Kepri

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menyampaikan optimisme besar terhadap perkembangan pariwisata Kepri. Hingga periode Januari–Juli 2025, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri terus menunjukkan tren positif dengan angka kunjungan 1.085.448 orang, demikian juga untuk kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dengan angka pergerakan 2.500.673 orang. Kepri tetap menjadi salah satu dari Three Greater's penyumbang kunjungan wisman terbanyak di Indonesia setelah Bali dan Jakarta,” ujar Hasan.

 

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Penyengat Heritage Fest 2025 adalah hasil dari kolaborasi pentahelix pariwisata yang solid di Kepulauan Riau—pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat.

 

Hasan menambahkan, Pulau Penyengat kini dikemas sebagai pilot project wisata regeneratif, di mana pariwisata tidak hanya mengejar jumlah kunjungan tetapi juga keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan budaya.

 

Peran serta masyarakat sangat penting. Tugas kami di Dinas Pariwisata adalah bagaimana meyakinkan wisatawan untuk datang ke Kepri, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata terus meningkat. Ke depan, Lomba Gasing akan kita kemas menjadi event internasional, dan Gubernur sangat mendukung hal itu,” tegasnya.

 

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam keterangannya menyatakan dukungan penuh terhadap event ini. Penyengat Heritage Fest adalah bukti nyata bahwa budaya bisa menjadi motor penggerak pariwisata dan ekonomi. Lomba Gasing yang awalnya tradisi masyarakat kini kita dorong menjadi ajang bertaraf internasional. Kepri aman, kondusif, dan terbuka untuk semua wisatawan. Kami berkomitmen menjaga kenyamanan mereka dengan sebaik mungkin,” tutur Ansar.

 

Apresiasi dari Kemenparekraf

Kementerian Pariwisata RI melalui Kepala Seksi Pemasaran Regional I Area II A, Rina Irawati, S.S., menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya festival ini.

 

Kemenparekraf sangat mengapresiasi keberhasilan Kepri menghadirkan Penyengat Heritage Fest 2025. Lomba Gasing khususnya dapat menjadi trigger peningkatan ekonomi masyarakat lokal, terutama sektor ekonomi kreatif, sekaligus langkah strategis melestarikan warisan budaya leluhur Melayu,” ungkap Rina.

 

Wisata Aman dan Kondusif di Kepri 

Momentum optimisme juga didukung oleh fakta bahwa sejumlah negara telah mencabut travel warning terhadap Indonesia, termasuk Kepri. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa provinsi ini aman dan nyaman untuk dikunjungi.

 

Hasan menegaskan, “Tugas kami adalah bagaimana meyakinkan wisatawan agar datang dan kembali lagi ke Kepri. Dengan keamanan dan kenyamanan yang terus dijaga, kami optimistis kontribusi pariwisata terhadap PAD Kepri akan semakin meningkat.

 

Lomba Gasing tradisional Melayu yang digelar kali ini mengingatkan kembali pada akar budaya yang penuh filosofi. Gasing bukan sekadar permainan, melainkan simbol ketangkasan, ketahanan, dan persatuan. Di Pulau Penyengat, permainan ini diwariskan turun-temurun dan kini mendapatkan panggung yang lebih luas.

 

Penyengat Heritage Fest 2025 bukan hanya ajang budaya, melainkan juga simbol optimisme bahwa Kepri siap bersaing di kancah internasional melalui pariwisata yang berkelas, berkelanjutan, dan berakar pada kearifan lokal. (BPras)

 

Sumber Foto :
1. Bang Walgi
2. Bang Wawan Kepri