Tanjungpinang – Pulau Penyengat kembali meneguhkan jati dirinya sebagai ikon pariwisata regeneratif unggulan di Kepulauan Riau. Hal ini ditandai dengan digelarnya Gotong Royong Pulau Penyengat Bedelau, yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau bersama masyarakat, komunitas, dan lintas instansi (11/9/2025), dalam rangka menyambut event akbar Penyengat Heritage Fest 2025 yang akan berlangsung pada 12–14 September 2025.

Kegiatan gotong royong ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, yang bahkan tak segan turun ke lapangan memungut sampah plastik di sepanjang jalur menuju objek wisata.

 

“Pulau Penyengat adalah kebanggaan kita semua. Tidak boleh ada lagi sampah plastik di sini. Ini adalah wajah Kepulauan Riau di mata dunia. Saya tegaskan, seluruh petugas kebersihan harus benar-benar menjaga kebersihan Pulau Penyengat setiap hari, bukan hanya saat ada event,” ujar Hasan dengan tegas.

Gotong royong ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran staf, tetapi juga melibatkan pimpinan strategis di lingkungan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau. Turut hadir Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Anjar, yang memberi semangat langsung kepada para peserta gotong royong. Anjar menekankan pentingnya kerja kolektif dalam menjaga marwah Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata dunia.

 

Selain itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Devi, juga turun langsung ke lapangan. Devi menuturkan bahwa gotong royong ini sekaligus menjadi aksi nyata pengembangan destinasi berkelanjutan. “Gotong royong ini adalah wujud bahwa pengembangan destinasi bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kesadaran, budaya, dan cinta lingkungan,” ujarnya.

Turut hadir pula Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Salman, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif.

 

“Kebersihan dan pelestarian Pulau Penyengat bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tanggung jawab kita bersama. Dengan gotong royong, kita menunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat Tanjungpinang siap menjadi tuan rumah yang ramah, bersih, dan penuh kebanggaan,” ucap Salman.

Peran Masyarakat Sebagai Garda Depan
Gotong royong ini semakin bermakna dengan hadirnya masyarakat Pulau Penyengat. Salah satu tokoh masyarakat, Abdulah Badrun, menyampaikan rasa bangganya bisa terlibat langsung dalam menjaga marwah kampung halaman.

 

“Kami masyarakat Pulau Penyengat menyambut dengan senang hati kegiatan ini. Pulau ini adalah warisan budaya dan sejarah Melayu yang harus dijaga bersama. Dengan adanya Penyengat Heritage Fest, kami berharap pariwisata berkembang tanpa merusak, justru melestarikan,” tutur Abdulah.

Fokus: Perang Melawan Sampah Plastik
Fokus utama gotong royong ini adalah pemberantasan sampah plastik yang dinilai menjadi musuh utama dalam menjaga citra Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Puluhan pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau diterjunkan ke berbagai titik strategis di pulau ini, berkolaborasi dengan komunitas pegiat pariwisata serta masyarakat setempat.

Pilot Project Pariwisata Regeneratif
Sebagai informasi, Kepulauan Riau bersama Bali dan Jakarta ditetapkan sebagai Pilot Project Pariwisata Regeneratif di Indonesia. Ketiga provinsi ini disebut sebagai Three Greaters, penyumbang wisatawan mancanegara tertinggi di Indonesia.

Penyengat Heritage Fest 2025 menjadi momentum untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Pulau Penyengat tidak hanya kaya sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam membangun pariwisata yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan membanggakan. (BPras)

 

Foto : Veve