Tanjung Pinang – Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Dispar Kepri) melalui Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata terus menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan pariwisata yang ramah bagi wisatawan muslim. Komitmen ini diwujudkan dengan partisipasi aktif dalam ajang bergengsi Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang digelar 20–22 Agustus 2025. Sebuah gelaran berkelas yang menilai kesiapan destinasi di Indonesia dalam menghadirkan pariwisata ramah muslim.

Program IMTI merupakan kolaborasi Kementerian Pariwisata RI, Bank Indonesia, Crescenrating, dan Enhaii Halal Tourism Center (EHTC). Salah satu tahap pentingnya adalah site visit, yaitu penilaian langsung di lapangan terkait standar pariwisata ramah muslim.

 

Di Kepulauan Riau, site visit dilaksanakan di sejumlah lokasi strategis, antara lain Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang, Pulau Penyengat, Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Gedung Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau, dan ditutup di Pelabuhan Sri Bintan Pura. Penilaian mencakup fasilitas ibadah, layanan hotel, restoran, hingga kesiapan destinasi wisata dalam menghadirkan pengalaman ramah muslim.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menegaskan bahwa Dispar Kepri siap meningkatkan kualitas pariwisata ramah muslim dengan target ambisius: "tahun ini target kita jelas: masuk tiga besar IMTI 2025. Kepulauan Riau tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga keramahan layanan bagi wisatawan muslim. Kami siap berinovasi, meningkatkan fasilitas, dan membina SDM pariwisata agar Kepri menjadi destinasi unggulan di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Hasan dengan optimistis.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Supriyadi, menyampaikan bahwa IMTI menjadi kesempatan emas bagi Kepri untuk naik kelas: “pada penilaian sebelumnya, Kepri berada di peringkat 13. Itu menjadi bahan evaluasi bagi kita semua. Tahun ini, dengan dukungan seluruh pihak, kami yakin bisa mencapai prestasi yang lebih baik dan membawa Kepri masuk jajaran tiga besar,” ujar Supriyadi.

Sebagai informasi, IMTI 2025 menilai kesiapan 15 provinsi di Indonesia dalam mengembangkan pariwisata ramah muslim. Penilaian ini mencakup daya tarik wisata, akomodasi, kuliner halal, hingga layanan publik.

 

Dengan semangat baru dan kerja sama lintas sektor, Kepulauan Riau menatap masa depan pariwisata dengan optimisme. Harapan besar tumbuh bahwa Kepri akan menjadi ikon destinasi ramah muslim yang membanggakan Indonesia di mata dunia. (Editor BP)

 

Foto : Aprizal