Kepulauan Riau, 2 Oktober 2025 – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sekali lagi mengukuhkan posisinya sebagai magnet wisatawan mancanegara (wisman) di Asia Tenggara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis hari ini menunjukkan capaian luar biasa: 185.012 kunjungan wisman tercatat pada Agustus 2025.

 

Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kebangkitan yang mengundang rasa bangga. Jumlah kunjungan tersebut mengalami lonjakan signifikan, yaitu naik 17,06% dibanding bulan sebelumnya, dan lebih heroik lagi, melompat 20,62% jika dibandingkan dengan Agustus tahun 2024.

 

Gelombang Wisatawan Masuk dari Pintu Gerbang Emas
Kota Batam tampil sebagai hero utama, memimpin gerbang kedatangan dengan menyumbang 79,40% dari total wisman, atau sebanyak 146.897 kunjungan. Sementara itu, Kabupaten Bintan juga menunjukkan kenaikan kunjungan yang positif, turut berkontribusi dalam pencapaian rekor ini.

 

Secara rinci, siapa yang menjadikan Kepri sebagai destinasi pilihan? Dominasi masih dipegang teguh oleh dua negara tetangga. Wisman dari Singapura memimpin dengan 46,83% (86.649 kunjungan), diikuti oleh Malaysia dengan 23,22% (42.968 kunjungan).

 

Optimisme juga menjalar di sektor domestik. Pada periode kumulatif Januari hingga Agustus 2025, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kepri mencapai 2.845,94 ribu perjalanan, melambung 28,58% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Khususnya Kabupaten Bintan, mencatat pertumbuhan perjalanan wisnus tertinggi (49,14% c-to-c), menjadikannya destinasi favorit baru bagi pelancong domestik.

 

Menanggapi capaian impresif ini, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan pesan yang humanis dan visioner: “Melalui festival budaya seperti Penyengat Heritage Fest, tradisi kembali bersinar dan memberi pesan bahwa pariwisata harus menjaga keseimbangan ekosistem. Ini adalah simbol kebangkitan pariwisata regeneratif Kepri,” ujar Ansar Ahmad, menegaskan bahwa kesuksesan pariwisata Kepri tidak hanya diukur dari kuantitas, melainkan juga kualitas dan keberlanjutan.

 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, melihat data ini sebagai sinyal kuat bahwa strategi promosi dan kolaborasi telah membuahkan hasil. Ia memastikan momentum kebangkitan ini akan terus dijaga melalui rangkaian event unggulan.

 

“Kita optimis kekurangan 700 ribu kunjungan untuk mencapai target tahunan akan tercapai hingga 31 Desember 2025 nanti. Kerja ini adalah kerja kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal,” tegas Hasan, menyoroti pentingnya sinergi untuk menjamin Kepri tetap menjadi magnet wisata dunia yang kondusif dan memikat. (BPras)

 

 

Download Data Kunjungan Wisatawan di Kepulauan Riau Periode Bulan Januari - Agustus 2025 :
https://drive.google.com/file/d/17uOb0crCZQ1M_oWgCK9WMdYqPP-q3l6v/view?usp=drive_link