Tanjungpinang – Pulau Penyengat, ikon sejarah dan kejayaan Melayu, bersiap menggelar event perdana yang akan menorehkan sejarah baru: Penyengat Heritage Fest 2025. Festival bergengsi ini akan berlangsung 12–14 September 2025 dan diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pariwisata, akan dimeriahkan oleh penampilan spesial artis papan atas, Roger Kajol.

 

Kehadiran Roger Kajol di Pulau Penyengat menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda. Artis yang dikenal dengan suara khas dan performa panggung energiknya ini akan membawa nuansa berbeda, memadukan kemeriahan festival budaya dengan hiburan modern.

 

“Festival ini bukan hanya tentang tradisi, tapi juga tentang bagaimana kita merangkul semua generasi. Kehadiran Roger Kajol menjadi bukti bahwa Penyengat Heritage Fest 2025 adalah ruang kebersamaan – budaya kita tetap hidup, generasi muda pun merasa bangga,” ujar Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menambahkan, “Kami ingin menjadikan festival ini inklusif dan semarak. Roger Kajol akan tampil sebagai penutup yang spektakuler, membawa semangat positif dan mengajak semua orang untuk terus mencintai budaya serta menjaga harmoni Pulau Penyengat.”

 

Mengusung tema “Pariwisata Regeneratif”, festival ini bukan sekadar pesta budaya, melainkan gerakan bersama untuk menjaga lingkungan, merawat tradisi, dan memastikan manfaat pariwisata sampai ke masyarakat lokal.

 

“Pulau Penyengat adalah simbol kejayaan Melayu yang telah diakui dunia. Melalui festival ini, kita ingin menghidupkan kembali kebanggaan itu sekaligus meneguhkan komitmen Kepri dalam membangun pariwisata regeneratif yang bermanfaat, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” ujar Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, penuh optimisme.

 

Rangkaian Acara Utama
Lomba Gasing
Babak Penyisihan: Jumat, 12 September 2025 | 15.30 – 17.30 WIB
Babak Final: Sabtu, 13 September 2025 | 09.00 – 12.00 WIB
Suara dentuman kayu dan putaran gasing Melayu akan kembali bergema. Pertandingan tahun ini semakin istimewa karena tidak hanya diikuti pemain-pemain lokal Kepri, tetapi juga peserta dari luar daerah: Jambi, Siak Sri Indrapura, Indragiri Hilir, dan Kalimantan Barat.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menegaskan, “Gasing bukan sekadar permainan rakyat, melainkan bagian dari identitas Melayu. Festival ini menjadi ruang regenerasi agar anak-anak muda kembali mengenal dan bangga pada tradisi leluhur.”

 

Penyengat Night Run 5 KM
Race Pack Collection: Sabtu, 13 September 2025 | 15.00 – 17.30 WIB
Flag Off: Sabtu, 13 September 2025 | 20.00 – 22.30 WIB
Berbeda dari lomba lari biasa, Penyengat Night Run 5 KM akan membawa peserta menyusuri jejak-jejak bersejarah Pulau Penyengat di bawah cahaya bulan dan lampu kota. Tahun ini, lomba lari malam tersebut tidak hanya diikuti oleh pelari lokal Kepri, tetapi juga oleh komunitas lari dari Jambi, Siak Sri Indrapura, Indragiri Hilir, dan Kalimantan Barat.
“Night Run ini bukan sekadar olahraga, tapi cara kita menghubungkan sejarah dengan semangat baru. Penyengat akan menjadi saksi generasi muda berlari bersama menuju masa depan,” ujar Hasan.

 

Lomba Nyuluh
Perlombaan: Minggu, 14 September 2025 | 20.00 – 22.30 WIB
Dengan lampu senter di kepala, peserta akan menelusuri perairan sekitar Pulau Penyengat untuk menangkap ikan menggunakan tombak, sebuah tradisi turun-temurun yang sarat makna ekologis.
“Lomba Nyuluh mengajarkan kita tentang harmoni dengan alam. Melalui festival ini, tradisi ini kembali bersinar dan memberi pesan bahwa pariwisata harus menjaga keseimbangan ekosistem,” tutur Gubernur Ansar Ahmad.

 

Total seluruh peserta dari tiga kompetisi ini mencapai sekitar 500 orang. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa festival perdana di Pulau Penyengat mendapat antusiasme luar biasa, baik dari masyarakat Kepri maupun dari luar daerah.

 

Perwakilan masyarakat Pulau Penyengat, Haji Abdul Rahman, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepri, “Kami berterima kasih karena event besar ini digelar di Pulau Penyengat. Festival ini bukan hanya mempromosikan Penyengat sebagai destinasi wisata regeneratif, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi warga. Semoga semangat ini terus berlanjut untuk kejayaan Melayu dan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya Roger Kajol, Penyengat Heritage Fest akan semakin dikenal luas dan memberi dampak ekonomi bagi warga.”

 

Dengan semangat humanis, inklusif, dan penuh kearifan lokal, Penyengat Heritage Fest 2025 diyakini akan menjadi magnet wisata unggulan Kepri. Festival ini menghadirkan tradisi, olahraga, sejarah, dan ekonomi kreatif dalam satu panggung megah yang akan mengangkat nama Kepulauan Riau di level nasional bahkan internasional. (BP)