Tanjungpinang – Semangat menjaga marwah destinasi dan ruang publik pariwisata kembali menguat di Kepulauan Riau. Melalui Gerakan Wisata Bersih (GWB) Kepri 2026, pemerintah bersama masyarakat menegaskan bahwa pariwisata berkualitas bukan hanya soal kunjungan, tetapi juga tentang kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan dan warisan ruang publik yang menjadi wajah daerah. Kegiatan ini digelar pada Kamis pagi, 5 Februari 2026, di Kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang, sebuah kawasan ikonik yang kini tumbuh sebagai destinasi wisata baru sekaligus legacy pembangunan para Gubernur Kepulauan Riau.

Gerakan Wisata Bersih merupakan program partisipatif masyarakat yang selaras dengan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menempatkan pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sebagai prioritas nasional. Di Kepulauan Riau, implementasi GWB Kepri 2026 menjadi bukti konkret bahwa kebijakan nasional diterjemahkan secara nyata di daerah, khususnya di Kota Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Riau dan etalase utama wajah pariwisata daerah.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa Gerakan Wisata Bersih bukanlah kegiatan seremonial semata, melainkan bagian dari perubahan budaya dan perilaku bersama. Menurutnya, keberhasilan pariwisata Kepri dalam menembus pasar internasional harus ditopang oleh lingkungan destinasi yang bersih, tertib, dan nyaman. “Pariwisata berkualitas dimulai dari kesadaran kita menjaga ruang publik. Kawasan Gurindam 12 adalah simbol kebanggaan Tanjungpinang dan Kepulauan Riau. Jika kawasan ini bersih dan terawat, maka citra Kepri di mata dunia juga akan semakin kuat,” ujar Ansar Ahmad. Ia menambahkan, gerakan seperti ini menjadi fondasi penting menuju Visit Kepri 2027 dan target 2,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2026.

Pelaksanaan GWB Kepri 2026 dipusatkan di Halaman Landmark Gurindam 12, dengan titik kegiatan yang menyebar di beberapa kawasan strategis, mulai dari Kawasan Gurindam 12, Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kawasan Gedung Dekranasda Provinsi Kepri, hingga Kawasan Gedung LAM Kepri. Keterlibatan lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, unsur TNI–Polri, pelajar, komunitas lingkungan, pelaku UMKM, hingga masyarakat, menjadi gambaran kuat bahwa pariwisata adalah urusan bersama.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menyampaikan bahwa Gerakan Wisata Bersih adalah implementasi langsung dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan, yang menekankan prinsip keberlanjutan, pelibatan masyarakat, serta tanggung jawab bersama dalam pengelolaan destinasi. “Kita sedang menyiapkan Kepri menuju panggung global melalui Visit Kepri 2027. Target 2,7 juta wisatawan mancanegara tahun ini tidak akan tercapai tanpa destinasi yang bersih, aman, dan berkelas. GWB ini adalah fondasi mental dan sosialnya,” ungkap Hasan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan Kawasan Gurindam 12 sebagai destinasi baru yang harus dirawat secara konsisten, bukan hanya saat kegiatan berlangsung.

Kawasan Gurindam 12 sendiri kini tidak hanya menjadi ruang publik, tetapi telah berkembang sebagai simpul aktivitas wisata, budaya, dan ekonomi masyarakat. Statusnya sebagai legacy pembangunan para Gubernur Kepulauan Riau menjadikan kawasan ini simbol kesinambungan visi pembangunan daerah. Menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan ini berarti menjaga kehormatan sejarah, budaya Melayu, dan masa depan pariwisata Tanjungpinang.

Antusiasme generasi muda pun terlihat jelas. Ardan, siswa SMA Negeri 1 Tanjungpinang yang ikut terlibat dalam kegiatan ini, mengaku bangga bisa berkontribusi langsung. “Kami sebagai pelajar merasa punya tanggung jawab menjaga lingkungan kota kami. Gurindam 12 adalah tempat yang sering dikunjungi wisatawan. Kalau bersih dan indah, kami juga ikut bangga sebagai warga Tanjungpinang,” ujarnya. Partisipasi pelajar menjadi sinyal positif bahwa kesadaran pariwisata berkelanjutan telah tumbuh sejak dini.

Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelajar, komunitas, dan pelaku usaha, Gerakan Wisata Bersih Kepri 2026 menjadi penanda penting bahwa Kepulauan Riau tidak hanya mengejar angka kunjungan, tetapi juga kualitas destinasi. Dari Tanjungpinang, Ibukota Provinsi, pesan kuat dikirimkan ke dunia: Kepri siap menyambut wisatawan dengan lingkungan yang bersih, budaya yang terjaga, dan masa depan pariwisata yang berkelanjutan. (BPras)




























