Revitalisasi Pulau Penyengat Antar Kepri Raih Penghargaan Nasional Cita Loka Fest 2026

24 Juni 2026, 23:33 WIB 7 kali dibaca
Kategori : Umum

JAKARTA - Keberhasilan Pemerintah Provinsi Kepri dalam mengembangkan Pulau Penyengat sebagai pusat warisan budaya Melayu kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Melalui Program Revitalisasi Pulau Penyengat, Pemprov Kepri berhasil meraih Anugerah Daerah Terbaik dalam Pengembangan Ekonomi Berbasis Warisan Budaya pada ajang Cita Loka Fest 2026 yang diselenggarakan Tribun Network bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

 

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dari Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Restuardy Daud, dan disaksikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Kepri dalam mengembangkan Pulau Penyengat sebagai kawasan warisan budaya yang tidak hanya menjaga nilai sejarah dan identitas Melayu, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

Di bawah kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad, Pulau Penyengat terus bertransformasi menjadi destinasi wisata budaya unggulan. Berbagai program revitalisasi dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penataan kawasan, pembangunan infrastruktur pendukung, pelestarian lingkungan, hingga penyelenggaraan beragam kegiatan budaya yang memperkuat identitas Melayu sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.

 

Menurut Ansar Ahmad, seluruh potensi sejarah dan budaya yang dimiliki Pulau Penyengat tidak hanya dipertahankan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dikembangkan sebagai kekuatan baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

 

“Semua aktivitas budaya dan sejarah yang ada di Pulau Penyengat tidak hanya kami jaga sebagai warisan budaya, tetapi juga didorong menjadi pendukung pengembangan pariwisata di Kepulauan Riau,” ujar Ansar Ahmad.

 

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus diperkuat untuk mempercepat revitalisasi Pulau Penyengat. Langkah tersebut mencakup peningkatan kualitas kawasan, penguatan atraksi budaya, serta pengembangan fasilitas yang mendukung kenyamanan wisatawan.

 

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Pulau Penyengat terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadi bukti bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

“Peningkatan kunjungan wisatawan menjadi salah satu indikator bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah,” tambah Ansar.

 

Program Revitalisasi Pulau Penyengat sendiri dirancang untuk mentransformasi kawasan bersejarah tersebut menjadi destinasi wisata warisan budaya Melayu bertaraf internasional. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, pelestarian nilai-nilai budaya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

 

Penghargaan yang diraih pada Cita Loka Fest 2026 menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat menjadi fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Lebih dari itu, capaian ini semakin memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia yang mampu menggabungkan pelestarian sejarah, penguatan identitas Melayu, dan pertumbuhan ekonomi dalam satu langkah pembangunan yang harmonis. (BPras)

 

Editor: Admin