JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kepri kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pariwisata nasional melalui kehadiran aktif pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia pada 20–21 Mei 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat.
Mengusung tema “Optimalisasi, Resiliensi, Inovasi, dan Keberlanjutan (ORIK): Transformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Target 2026”, Rakornas ini menjadi forum strategis nasional yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, asosiasi pariwisata, media hingga masyarakat untuk menyatukan langkah dalam mendorong pembangunan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.
Rakornas Pariwisata Tahun 2026 diselenggarakan dalam rangka mendorong pencapaian target pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN 2025–2029. Melalui forum ini, Kementerian Pariwisata RI menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mencapai target indikator pembangunan pariwisata nasional, mulai dari kontribusi rasio PDB pariwisata, devisa pariwisata, tenaga kerja sektor pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara, pengeluaran wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara hingga penguatan indikator pembangunan di tingkat destinasi.
Dalam forum bergengsi tersebut, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, tampil sebagai narasumber pada Sesi IV Panel Daerah, Kamis (21/5/2026), dengan membawakan materi bertajuk “Inovasi dan Sinkronisasi Penataan Cross Border Tourism dan Pariwisata Bahari di Provinsi Kepri.” Kehadiran Wakil Gubernur Kepri menjadi perhatian karena Kepri dinilai memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama wisatawan mancanegara melalui jalur lintas batas dan wisata bahari Indonesia.
Dalam pemaparannya, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan bahwa Kepri memiliki keunggulan geografis yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia. Berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Kepri menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui jalur ferry internasional maupun penerbangan internasional. Kondisi tersebut menjadikan Kepri sebagai salah satu destinasi utama cross border tourism nasional.
Data yang dipaparkan menunjukkan tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri terus mengalami pertumbuhan positif. Pada Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 151.736 kunjungan, sedangkan total kunjungan periode Januari–Maret 2026 mencapai 479.225 kunjungan atau tumbuh 17,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Singapura, Malaysia, Tiongkok dan India masih menjadi empat negara penyumbang wisatawan terbesar bagi Kepri.
Wakil Gubernur Kepri juga menyoroti pentingnya transformasi pola pengembangan pariwisata Kepri agar tidak hanya menjadi daerah transit wisatawan. Menurutnya, Kepri harus terus bergerak menjadi destinasi utama dengan memperkuat wisata bahari, event internasional, sport tourism, budaya Melayu, hingga pengembangan pengalaman wisata berkualitas yang mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan dan nilai belanja wisatawan di daerah.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepri juga mendorong penguatan konektivitas lintas negara, pemberian insentif pariwisata, pengembangan paket wisata terintegrasi, hingga dukungan kebijakan bebas visa kunjungan bagi pasar potensial wisatawan internasional. Strategi tersebut diyakini mampu memperkuat daya saing Kepri sebagai destinasi pariwisata bahari kelas dunia.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, yang hadir langsung mendampingi Wakil Gubernur Kepri dalam Rakornas tersebut menyampaikan bahwa forum nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan pariwisata yang semakin adaptif, inovatif dan berkelanjutan.
Menurut Hasan, Kepri memiliki potensi besar untuk terus tumbuh sebagai pusat cross border tourism Indonesia karena didukung posisi strategis, konektivitas internasional, serta kekayaan wisata bahari dan budaya Melayu yang khas.
“Kepri memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi unggulan nasional berbasis wisata bahari dan lintas batas. Melalui Rakornas ini, kami berharap sinergi pusat dan daerah semakin kuat sehingga pengembangan pariwisata Kepri dapat berjalan lebih optimal, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Hasan.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi promosi dan pengembangan destinasi guna meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan serta memperkuat dampak ekonomi pariwisata bagi masyarakat.
Rakornas Pariwisata Tahun 2026 diikuti oleh berbagai unsur strategis, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota, asosiasi pariwisata, akademisi, industri pariwisata, pengamat pariwisata, media hingga masyarakat. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan strategis dan komitmen bersama dalam memperkuat transformasi pariwisata Indonesia yang tangguh menghadapi tantangan global sekaligus mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan potensi besar yang dimiliki serta dukungan kolaborasi lintas sektor, Kepri optimistis mampu terus memperkuat posisinya sebagai gerbang wisata internasional Indonesia sekaligus menjadi destinasi wisata bahari unggulan yang berdaya saing global. (BPras)









