Pulau Penyengat Bersolek! Dispar Kepri Gelar Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI

07 Mei 2026, 05:43 WIB 3 kali dibaca
Kategori : Umum

TANJUNGPINANG — Semangat menjaga keindahan destinasi wisata terus digaungkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pariwisata Provinsi Kepri. Bertempat di kawasan Balai Adat dan pesisir Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Rabu (7/5/2026), Dinas Pariwisata Kepri menggelar Gerakan Wisata Bersih (GWB) dan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) Kepulauan Riau sebagai upaya menciptakan destinasi wisata yang bersih, hijau, nyaman, dan berkelanjutan.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program nasional Gerakan Wisata Bersih sekaligus mendukung gerakan Indonesia ASRI yang terus dikampanyekan di berbagai destinasi wisata Indonesia. Melalui gerakan ini, budaya menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, dan kenyamanan destinasi diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

 

Pulau Penyengat dipilih karena merupakan salah satu ikon wisata sejarah dan budaya Melayu yang memiliki nilai penting, tidak hanya bagi Kepulauan Riau, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional. Kawasan ini dikenal sebagai pusat peradaban Melayu dengan keberadaan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat yang menjadi daya tarik utama wisatawan.

 

Kegiatan diawali dengan aksi penghijauan melalui penanaman bibit pohon produktif dan pohon peneduh di sekitar Balai Adat serta jalur pesisir Pulau Penyengat. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti gotong royong massal membersihkan area Balai Adat dan bibir pantai dari sampah plastik maupun sampah organik.

 

Gerakan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, instansi vertikal seperti TNI/Polri dan Basarnas, hingga para pelajar SMP Negeri 9 Tanjungpinang, serta mahasiswa Miftahul Ulum. Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran cinta lingkungan dan kepedulian terhadap destinasi wisata sejak dini.

 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, mengatakan bahwa Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan bersama untuk menjaga wajah pariwisata Kepri agar tetap bersih, indah, dan berdaya saing.

 

“Pulau Penyengat adalah ikon wisata sejarah dan budaya Melayu yang mendunia. Kita ingin memastikan para pengunjung datang tidak hanya untuk melihat Masjid Raya Sultan Riau, tetapi juga merasakan suasana lingkungan yang asri, bersih, sehat, dan nyaman. Ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Hasan di sela kegiatan.

 

Ia juga menegaskan bahwa kualitas lingkungan destinasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pengalaman wisatawan dan memperkuat citra Kepulauan Riau sebagai destinasi unggulan Indonesia.

 

Menurut Hasan, gerakan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai destinasi prioritas Kepri sepanjang tahun 2026. Setelah Pulau Penyengat, kegiatan serupa direncanakan menyasar kawasan Pantai Trikora dan Gurindam 12 Tanjungpinang.

 

“Melalui Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI, kita ingin membangun budaya sadar wisata yang dimulai dari hal sederhana, yakni menjaga kebersihan dan keindahan destinasi. Kepri memiliki kekuatan wisata bahari, sejarah, dan budaya yang luar biasa. Semua itu harus dijaga bersama,” tambahnya.

 

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan peningkatan kualitas destinasi wisata untuk mendukung capaian 2 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026 sekaligus mewujudkan Kepulauan Riau sebagai Green Tourism Destination di wilayah barat Indonesia.

 

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Pulau Penyengat kini tidak hanya menjadi simbol kejayaan budaya Melayu, tetapi juga simbol kebangkitan pariwisata hijau dan berkelanjutan di Kepulauan Riau. (BPras)

 

Editor: Admin