Penyengat Heritage 2026 Hadirkan Wisata Budaya, Sport Tourism, hingga Lifestyle Tourism dalam Satu Perayaan Besar

08 Mei 2026, 12:51 WIB 2 kali dibaca
Kategori : Umum

TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau kembali menghadirkan event budaya dan pariwisata berskala besar bertajuk “Penyengat Heritage 2026” yang akan digelar pada 19 hingga 21 Juni 2026 di Kawasan Balai Adat Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Mengusung tema “Regenerative Lifestyle Tourism”, event ini menjadi simbol kebangkitan wisata budaya berbasis pelestarian warisan Melayu, keterlibatan masyarakat, serta penguatan ekonomi kreatif daerah.

 

Pulau Penyengat yang dikenal sebagai pusat peradaban Melayu dan kawasan bersejarah nasional akan disulap menjadi ruang perayaan budaya yang hidup, atraktif, dan penuh warna. Berbagai rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk menyambut wisatawan lokal maupun mancanegara, mulai dari Festival Gasing Internasional, Festival Tari Kreasi 2026, Inderasakti Jong Race Festival 2026, bazaar UMKM, Penyengat Fair, penanaman mangrove, hingga nonton bareng Piala Dunia 2026 bersama TVRI Kepulauan Riau.

 

Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Festival Gasing Internasional Pulau Penyengat yang akan berlangsung pada 19–20 Juni 2026 dengan total hadiah mencapai Rp19,4 juta. Festival ini akan menghadirkan peserta lokal dan internasional dalam perlombaan permainan tradisional warisan budaya Melayu yang sarat nilai filosofi dan sportivitas. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, festival ini juga diharapkan mampu memperkenalkan budaya Melayu Kepulauan Riau kepada dunia.

 

Kemudian, semangat bahari Melayu juga akan terasa melalui Inderasakti Jong Race Festival 2026 kategori Jong Sedang yang digelar di Pantai Balai Adat Pulau Penyengat. Perlombaan perahu layar tradisional khas Melayu ini menyediakan total hadiah Rp14,25 juta dan akan berlangsung pada 19–20 Juni 2026, sementara proses pendaftaran dibuka sejak 1 hingga 15 Mei 2026. Kehadiran lomba jong menjadi daya tarik tersendiri karena merepresentasikan identitas maritim masyarakat Melayu yang telah diwariskan turun-temurun.

 

Tak kalah meriah, Festival Tari Kreasi 2026 juga akan digelar pada 19–21 Juni 2026 di Balai Adat Pulau Penyengat dengan total hadiah Rp15 juta. Festival ini menjadi wadah kreativitas generasi muda dalam mengembangkan seni tari Melayu yang dikemas lebih modern tanpa meninggalkan nilai tradisi. Berbagai penampilan seni budaya akan menghiasi suasana Pulau Penyengat selama event berlangsung.

 

Selain menghadirkan hiburan dan atraksi budaya, Penyengat Heritage 2026 juga membawa semangat wisata berkelanjutan melalui kegiatan penanaman mangrove yang melibatkan masyarakat dan generasi muda. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir serta memperkuat konsep pariwisata ramah lingkungan di Kepulauan Riau.

 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, mengatakan bahwa Penyengat Heritage 2026 bukan sekadar festival tahunan, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat identitas budaya Melayu sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Kepulauan Riau di tingkat nasional maupun internasional.

 

“Pulau Penyengat adalah ikon sejarah dan kebanggaan masyarakat Melayu. Melalui Penyengat Heritage 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman wisata budaya yang hidup, berkelas, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi tentang bagaimana budaya, lingkungan, dan pariwisata bisa tumbuh bersama secara berkelanjutan,” ujar Hasan.

 

Ia juga optimistis event ini akan menjadi magnet kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau, terutama karena Pulau Penyengat memiliki kekuatan sejarah, budaya, religi, dan bahari yang sangat lengkap dalam satu kawasan.

 

Dengan kolaborasi pemerintah, komunitas budaya, pelaku UMKM, media, dan masyarakat, Penyengat Heritage 2026 diharapkan menjadi momentum besar kebangkitan pariwisata budaya Kepulauan Riau sekaligus memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang wisata Melayu dunia. (BPras)

 

Editor: Admin