TANJUNGPINANG – Semangat pelestarian budaya Melayu dan penguatan pariwisata Kepri semakin menguat menjelang pelaksanaan dua agenda budaya unggulan tahun ini, yakni Kemilau Nusantara Kepri 2026 dan Penyengat Heritage 2026. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Kepri bersama berbagai perangkat daerah, instansi, komunitas budaya, serta mitra strategis di Studio Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Jumat (29/5).
Kedua event tersebut diproyeksikan menjadi magnet baru pariwisata budaya yang tidak hanya menghadirkan hiburan dan atraksi seni, tetapi juga memperkuat identitas Melayu sebagai ruh Kepri sekaligus memperluas promosi destinasi kepada wisatawan nusantara dan mancanegara. Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan utama dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Rangkaian kemeriahan akan diawali melalui Kemilau Nusantara Kepri 2026 yang berlangsung pada 13–15 Juni 2026 di kawasan Tepi Laut Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, mengusung tema “Pulau Penyengat Jembatan Lintas Generasi”. Event ini menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempertemukan kekayaan tradisi Nusantara dengan karakter khas Melayu Kepri dalam satu panggung kolaboratif.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat dan wisatawan akan disuguhkan parade wisata budaya Nusantara, tari kreasi Melayu dan Nusantara, seni pertunjukan budaya, musik tradisional Melayu, penampilan grup musik lokal, bazar UMKM, hingga nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 yang didukung TVRI Kepri. Kehadiran berbagai atraksi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata budaya yang lengkap sekaligus memberikan ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Kemilau Nusantara Kepri 2026 menargetkan sedikitnya 2.900 pengunjung, terdiri atas wisatawan lokal, wisatawan nusantara, dan wisatawan mancanegara. Target tersebut menunjukkan optimisme terhadap meningkatnya minat wisata budaya di Kepri yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Setelah itu, perhatian akan beralih ke Pulau Penyengat melalui pelaksanaan Penyengat Heritage 2026 pada 19–21 Juni 2026 dengan mengusung tema “Regenerative Lifestyle Tourism”. Event ini dirancang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah, budaya, dan lingkungan yang menjadi identitas Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat peradaban Melayu di Nusantara.
Beragam agenda unggulan telah disiapkan, mulai dari Penyengat Indra Sakti Jong Festival, Penyengat International Gasing Festival, tari kreasi Melayu, pertunjukan budaya Melayu, Kampoeng Permainan Tradisional Melayu, penanaman mangrove dan Gerakan Indonesia Asri Kepri, bazar rakyat, hingga nonton bareng Piala Dunia 2026. Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam pelestarian budaya dan lingkungan.
Nuansa internasional akan semakin terasa dengan keikutsertaan peserta Jong dari Malaysia, Singapura, dan Provinsi Riau, serta partisipasi tim gasing dari Malaka dan Singapura. Kehadiran peserta lintas negara ini menjadi bukti bahwa budaya Melayu masih menjadi jembatan persaudaraan yang menghubungkan masyarakat serumpun di kawasan Asia Tenggara.
Dukungan penuh juga datang dari TVRI Kepri yang siap menyemarakkan kedua event melalui publikasi, pemberitaan, media sosial, serta pelaksanaan nonton bareng pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 bekerja sama dengan Telkomsel. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi sekaligus menghadirkan suasana festival yang lebih meriah dan inklusif bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, mengatakan bahwa Kemilau Nusantara Kepri dan Penyengat Heritage bukan sekadar agenda hiburan tahunan, melainkan bagian dari strategi besar dalam memperkuat identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Kepri di tingkat nasional maupun internasional.
“Melalui Kemilau Nusantara Kepri dan Penyengat Heritage 2026, kami ingin menunjukkan bahwa Kepri memiliki kekayaan budaya Melayu yang hidup, inklusif, dan mampu menjadi daya tarik wisata kelas dunia. Event ini menjadi ruang kolaborasi bagi seniman, komunitas budaya, pelaku UMKM, pemerintah, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun kebanggaan terhadap budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata,” ujar Hasan.
Hasan menambahkan, keterlibatan berbagai pihak dalam proses persiapan menjadi modal penting untuk memastikan kedua event berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga aset masa depan yang mampu menciptakan peluang ekonomi, memperkuat identitas daerah, serta memperkenalkan Kepri kepada dunia.
Dengan dukungan lintas sektor, keterlibatan komunitas budaya, partisipasi negara serumpun, serta antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Kemilau Nusantara Kepri 2026 dan Penyengat Heritage 2026 diyakini akan menjadi dua panggung budaya terbesar tahun ini yang memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang budaya Melayu dan destinasi pariwisata unggulan Indonesia. (BPras)
*********
Kontribusi Berita : Ina





