Batam dan Bintan kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai destinasi unggulan sport tourism Indonesia melalui pelaksanaan 4th Batam & Bintan Golf Tournament 2026 yang digelar pada 5–6 Mei 2026. Event tahunan bergengsi ini menjadi ajang prestisius yang tidak hanya menghadirkan kompetisi golf berkualitas, tetapi juga memperkuat citra Kepri sebagai destinasi wisata internasional yang modern, kompetitif, dan berkelas dunia.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Selasa, 5 Mei 2026 di Kota Batam. Para peserta mengikuti turnamen hari pertama yang berlangsung di Padang Golf Sukajadi. Suasana kompetitif sekaligus penuh keakraban terasa sejak awal pertandingan. Setelah kegiatan golf selesai, peserta melanjutkan agenda check-in di Wyndham Panbil Batam yang dirangkai dengan welcome dinner, entertainment, serta grand lucky draw yang semakin menambah semarak kegiatan.
Memasuki hari kedua, Rabu, 6 Mei 2026, seluruh peserta bergerak dari Pelabuhan Punggur menuju Pelabuhan Tanjung Uban sejak pagi hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ria Bintan Golf Club. Turnamen di Bintan dibuka secara resmi melalui prosesi pemukulan bola asap oleh Wakil Gubernur Kepri yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Kegiatan kemudian berlanjut di Four Points by Sheraton Bintan untuk agenda buffet lunch, prize presentation, entertainment, lucky draw, hingga pengumuman para pemenang turnamen. Setelah seluruh rangkaian selesai, peserta kembali menuju Pelabuhan Tanjung Uban dan bertolak ke Pelabuhan Punggur pada sore hari.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakil Gubernur Kepri, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Kepri, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan.
Event ini juga menunjukkan kuatnya daya tarik Batam dan Bintan di mata komunitas golf internasional. Berdasarkan daftar peserta turnamen, sekitar 90 persen peserta berasal dari luar negeri dengan dominasi pegolf asal Malaysia, disusul peserta dari Singapura dan beberapa negara lainnya.
Kehadiran peserta mancanegara tersebut menjadi indikator bahwa Batam dan Bintan semakin dikenal sebagai destinasi golf tourism unggulan yang memiliki aksesibilitas kuat, fasilitas berstandar internasional, serta pengalaman wisata yang lengkap.
Tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, event ini juga menjadi ruang promosi efektif bagi pariwisata Kepri melalui perpaduan sport tourism, hospitality, budaya Melayu, resort premium, hingga keindahan lanskap tropis yang dimiliki Batam dan Bintan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menyebut tingginya partisipasi wisatawan mancanegara menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata Kepri, khususnya dalam pengembangan event berbasis sport tourism.
“Dominasi peserta luar negeri, khususnya dari Malaysia dan Singapura, menunjukkan bahwa Batam dan Bintan memiliki daya saing kuat sebagai destinasi golf internasional. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat positioning Kepri sebagai gerbang sport tourism regional,” ujar Hasan.
Ia menambahkan, kedekatan geografis Kepulauan Riau dengan negara tetangga menjadi keunggulan strategis yang harus terus dimaksimalkan melalui penyelenggaraan event-event internasional berkualitas dan berkelanjutan.
Dengan tingginya antusiasme peserta mancanegara, 4th Batam & Bintan Golf Tournament 2026 diyakini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan okupansi hotel, kunjungan wisata, aktivitas transportasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif lokal.
Penyelenggaraan 4th Batam & Bintan Golf Tournament 2026 juga menjadi implementasi nyata konsep Event Linkage Tourism, sebuah pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai kegiatan pariwisata dengan sektor ekonomi lainnya secara berkesinambungan lintas destinasi.
Melalui konsep ini, event tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan olahraga semata, tetapi menjadi penggerak konektivitas pariwisata antara Batam dan Bintan yang saling terhubung dalam satu rangkaian pengalaman wisata. Mulai dari transportasi laut, akomodasi hotel, lapangan golf internasional, kuliner, hiburan, hingga atraksi budaya lokal, seluruh elemen dirangkai menjadi ekosistem pariwisata yang memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi daerah.
Mobilitas peserta dari Batam menuju Bintan melalui jalur ferry internasional menjadi bagian penting dari konsep linkage tourism tersebut. Para peserta tidak hanya menikmati pertandingan golf, tetapi juga merasakan pengalaman wisata lintas destinasi yang menghadirkan keindahan alam, keramahan budaya Melayu, serta pelayanan hospitality premium khas Kepulauan Riau.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, kembali menegaskan bahwa pendekatan Event Linkage Tourism menjadi strategi penting dalam memperkuat daya saing pariwisata Kepri di tingkat regional maupun internasional.
“Kami ingin event-event di Kepri tidak berdiri sendiri, tetapi saling terkoneksi dan memberikan multiplier effect terhadap berbagai sektor ekonomi. Inilah konsep Event Linkage Tourism yang terus kami dorong, di mana satu event mampu menggerakkan banyak destinasi, pelaku usaha, transportasi, hotel, kuliner, hingga ekonomi kreatif masyarakat,” ujar Hasan.
Menurutnya, konsep tersebut sangat relevan dengan karakteristik geografis Kepri yang memiliki banyak pulau dan destinasi unggulan yang saling terhubung. Dengan pola linkage tourism, wisatawan diharapkan memiliki lama tinggal lebih panjang serta pengeluaran wisata yang lebih besar sehingga memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
4th Batam & Bintan Golf Tournament sendiri lahir dari kolaborasi ide dan gagasan para profesional industri golf dengan dukungan berbagai lapangan golf terkemuka di Batam dan Bintan. Inisiatif tersebut dirancang untuk menghadirkan turnamen golf berstandar tinggi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki nilai prestisius serta mampu memberikan pengalaman wisata yang berkesan bagi para peserta.
Melalui pendekatan ini, Batam dan Bintan tidak hanya dipromosikan sebagai lokasi turnamen golf internasional, tetapi juga sebagai wajah pariwisata modern Kepri yang terintegrasi, kompetitif, dan mampu menghadirkan pengalaman wisata kelas dunia.
Pemerintah Provinsi Kepri optimistis penyelenggaraan event-event sport tourism internasional seperti ini akan semakin memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. (BPras)
Kontributor Berita : Jumarun
Kontributor Foto : Aprizal





