Cetak
Budy Prasetya
Kategori: BERITA
Dilihat: 392

TANJUNGPINANG – Kawasan Tugu Sirih Kota Tanjungpinang pada Sabtu (29/11/2025) diselimuti atmosfer penuh semangat dan aroma sedap masakan Melayu. Acara akbar Malay Food Festival (MFF) 2025 secara resmi dibuka, menjadi puncak kemeriahan dari rangkaian perhelatan budaya terbesar, Kepri International Art & Culture (KIAC) 2025, yang telah berlangsung sejak 25 November di tiga lokasi ikonik: Gedung LAM Kepri, Taman Gurindam 12, dan Halaman Gedung Dekranasda Kepri.

 

MFF 2025 diinisiasi oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Riau dan dipimpin langsung oleh sang Ketua Umum, Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd. Festival kuliner ini tak hanya menjadi ajang pameran masakan, tetapi juga platform interaktif yang memicu kecintaan masyarakat terhadap warisan kuliner lokal.

 

Pembukaan yang Penuh Khidmat dan Seni
Meskipun acara baru dimulai pukul 15.30 WIB dengan Bumper MFF, antusiasme masyarakat, khususnya para pecinta kuliner dan hobi memasak, sudah memadati Tugu Sirih. Pembukaan berlangsung khidmat dengan pertunjukan seni tradisional Makyong Nusantara yang memukau. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lantunan Sholawat Busro yang menenangkan jiwa, kemeriahan dilanjutkan dengan Tari Persembahan yang anggun, menyambut para tamu kehormatan.

Acara dilanjutkan dengan laporan dari Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, S.Sos. Dalam laporannya, Hasan menekankan pentingnya sinergi antara pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

"Malay Food Festival ini bukan sekadar festival makan-makan. Ini adalah etalase budaya kita. Melalui festival ini, kita optimis masakan tradisional Melayu akan mendapat tempat istimewa, tidak hanya di hati masyarakat lokal, tetapi juga di mata wisatawan internasional yang hadir dalam KIAC 2025," ujar Hasan penuh optimisme.

 

Semangat Pemberdayaan dan Kebanggaan Kuliner
Setelah pemutaran video pariwisata yang memikat, Ketua Umum TP – PKK Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd., memberikan sambutan sekaligus secara simbolis membuka festival. Dalam pidato pembukaannya, Dewi Kumalasari menegaskan peran strategis MFF dalam pemberdayaan masyarakat.

 

“Festival ini adalah wujud nyata komitmen TP-PKK dalam memberdayakan keluarga, khususnya ibu-ibu, untuk mengangkat potensi kuliner lokal menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap, setiap sajian yang hadir di sini mampu membawa kebanggaan dan optimisme bagi masa depan kuliner Melayu kita,” ucap Dewi Kumalasari dengan nada penuh harapan, disambut tepuk tangan meriah.

Tepat pukul 16.45 WIB, didampingi jajaran pimpinan daerah, Dewi Kumalasari meninjau langsung stand-stand kuliner. Interaksi beliau dengan para pelaku UMKM dan pengunjung berjalan begitu hangat, menunjukkan bahwa acara ini benar-benar berjalan atraktif dan interaktif.

 

Sesi sore ditutup dengan Demo Masak yang ceria oleh Tim TP PKK Kepri dan hiburan dari DJ Alfiandi yang disandingkan dengan penampilan menawan dari Kepri Carnival, sebelum jeda Isoma (18.00–19.30 WIB).

 

Dua Hari Penuh Inspirasi dan Cita Rasa
Kemeriahan berlanjut hingga malam hari dengan penampilan seni dari pemenang FLS3N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) sebanyak lima penampilan, menunjukkan bakat-bakat muda Kepri.

Di hari kedua, Ahad (30/11/2025), fokus acara semakin tajam ke ranah kuliner. Seusai pembukaan oleh MC pukul 16.30 WIB, sesi Food Tester selama satu jam menjadi favorit pengunjung, disusul kembali dengan Demo Masak oleh Tim TP PKK.

 

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kepri, Devi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas acara.

 

"Kami melihat peningkatan signifikan dalam kreativitas penyajian dan interaksi di MFF ini. Ini adalah bukti bahwa ekonomi kreatif berbasis kuliner di Kepri memiliki potensi luar biasa untuk bangkit. Ke depan, kami akan terus mendukung event-event TP-PKK yang sifatnya memberdayakan masyarakat dan mempromosikan kekayaan kuliner daerah," tegas Devi, menambahkan catatan optimisme.

Selepas jeda Isoma, panggung Tugu Sirih dihangatkan oleh tarian memesona dari Grup Tari UKM Zambrud UMRAH, menutup malam dengan sentuhan budaya sebelum acara ditutup dengan penampilan enerjik dari DJ Alfiandi yang sukses membawa semangat festival kuliner tradisional ke level yang lebih modern.

 

Malay Food Festival 2025 tidak hanya meninggalkan kenangan rasa yang lezat, tetapi juga rasa bangga akan kekayaan budaya dan optimisme akan masa depan pariwisata dan ekonomi kreatif Kepulauan Riau. (BPras)