TANJUNGPINANG – Kepri International Art and Culture 2025 sukses diselenggarakan pada Jumat, 28 November 2025, mengubah kawasan Gurindam 12 menjadi pusat denyut nadi seni dan budaya internasional. Perpaduan harmonis antara tradisi lokal dan penampilan bintang utama yang sedang viral, Diva Aurel, menjadikan malam itu sebagai salah satu perhelatan termegah yang pernah disaksikan ibu kota Kepri.

Acara yang dipusatkan di dua venue utama, Gedung LAM Kepri dan Taman Gurindam 12, menyuguhkan agenda padat sejak sore hingga larut malam. Di Taman Gurindam 12, nuansa budaya telah terasa sejak pukul 16.00 WIB dengan Pameran Foto Destinasi yang memukau mata, disusul penampilan atraksi memukau Sisingaan yang dimainkan oleh Paguyuban Pasundan Kota Tanjungpinang.

Momen unik terjadi di Taman Gurindam 12 saat Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, turut serta dalam arak-arakan budaya dengan menaiki Sisingaan, sebuah momen yang disambut meriah oleh warga.

Sementara itu, panggung utama di halaman Gedung LAM Kepri benar-benar menjadi magnet utama. Pukul 16.00 WIB, acara dibuka dengan alunan merdu Serenada Kabupaten Lingga, dilanjutkan oleh performa memikat dari Sanggar Selembayung dan penampilan enerjik dari grup Toples.

Memasuki malam, semangat seni semakin membara. Setelah jeda magrib, panggung kembali dibuka dengan Tari Kolosal Zapin with Maestro yang sarat makna, disusul irama khas dari Staman Band. Delegasi seni dari berbagai penjuru hadir menghiasi malam itu, mulai dari Sanggar Malay Nusantara, Sangga Seni Sumatra Utara, penampilan etnik memukau dari Setuah Etnik Kabupaten Siak, hingga pertunjukan mempesona Tari Kreasi Negara Brunai Darusalam.

Semangat Anak Muda Tak Terbendung Hujan, Diva Aurel Pukau Ribuan Penonton
Namun, sorotan utama malam itu tak terbantahkan jatuh pada penampilan yang paling dinantikan: Diva Aurel. Kawasan Gurindam 12, khususnya di halaman Gedung LAM Kepri, benar-benar bergemuruh oleh lautan ribuan anak-anak muda yang memadati panggung utama. Mereka adalah para idola sejati yang rela menunggu demi menyaksikan aksi bintang viral tersebut.

Rencananya, aksi panggung Diva Aurel dijadwalkan pada pukul 21.45 WIB, setelah penampilan dari Sanggar Seni Pelangi Kabupaten Lingga dan grup Djangat Indonesia. Namun, tantangan alam sempat hadir. Hujan deras sempat memaksa jadwal mundur.

Dalam suasana yang dingin karena guyuran hujan, semangat kawula muda Tanjungpinang sama sekali tidak berkurang atau hilang. Mereka tetap bertahan, menantikan sang idola. Akhirnya, pada pukul 22.03 WIB, Diva Aurel muncul di panggung, mengobati kerinduan dan kesabaran para penggemarnya.

Penampilan Diva Aurel yang energik dan penuh karisma memicu histeria massal. Puncaknya, lagu hits yang sedang viral, "Tabola-Bale", diminta dan dinyanyikan berulang hingga 3 kali atas desakan para penonton. Sebuah penutup yang spektakuler untuk pesta budaya Kepri.

Menanggapi kesuksesan acara ini, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menyatakan rasa bangga dan optimisme yang mendalam.

"Ini adalah bukti nyata bahwa seni dan budaya adalah denyut nadi Kepulauan Riau. Antusiasme ribuan anak muda, bahkan di tengah tantangan cuaca, menunjukkan kerinduan mereka akan perhelatan budaya berkelas internasional," ujar Hasan.

"Kehadiran artis sekelas Diva Aurel, beriringan dengan penampilan maestro Zapin dan delegasi negara sahabat, mengirim pesan kuat: Kepri siap menjadi destinasi utama Art & Culture di Asia Tenggara. Ini momentum kebangkitan pariwisata kita," tutupnya dengan optimis.

Kepri International Art and Culture 2025 tidak hanya meninggalkan kesan tontonan yang memuaskan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga di hati masyarakat Kepri, menegaskan posisi provinsi ini sebagai gerbang budaya bahari yang kaya dan modern. (BPras)
Sumber Foto :
1. Wawan Kepri
2. Walgi
3. Budy Prasetya













