Cetak
Budy Prasetya
Kategori: BERITA
Dilihat: 487

TANJUNGPINANG – Pulau Penyengat kembali menjadi sorotan nasional. Kamis (16/10/2025), suasana di pulau bersejarah itu bergemuruh oleh tabuhan kompang dan senyum hangat masyarakat Melayu. Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, bersama Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan, tiba diiringi adat penyambutan khas Melayu, lengkap dengan penyematan tudung manto oleh Ketua TP-PKK Kepri, Dewi Kumalasari.

Menteri Widiyanti, yang tampil anggun dalam balutan busana cream dipadu tudung manto mewah, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. "Cantik sekali tudungnya, ada ornamennya sangat mewah," ujarnya singkat. Kedatangan rombongan, yang juga didampingi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, semakin meriah dengan alunan kompang dan diantar menggunakan bentor geulis yang ikonik.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari langkah nyata memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama pariwisata halal dunia, sekaligus meneguhkan Pulau Penyengat sebagai ikon wisata religi dan budaya Melayu yang berkelas global.

Optimisme Gubernur Ansar dan Peran Penting Penyengat
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam sambutannya menegaskan optimisme yang tengah membara di Bumi Gurindam 12. Meskipun masih berjuang bangkit pasca-pandemi, sektor pariwisata Kepri telah menunjukkan lonjakan signifikan.

"Tahun 2019 kunjungan wisatawan mancanegara kita hampir mencapai 2,8 juta. Setelah COVID, sampai Agustus ini sudah 1.277.000 kunjungan. Namun, kami yakin dan menargetkan hingga akhir tahun 2025 ini, kita bisa tembus di angka 1,8 sampai 2 juta kunjungan," ujar Gubernur Ansar.

Ia juga menambahkan rasa bangga yang mendalam terhadap Pulau Penyengat. "Pulau ini merupakan pulau yang paling banyak memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia karena dari pulau inilah cikal bakal bahasa Indonesia itu lahir. Pulau ini disebut pulau para penulis, banyak sekali kitab-kitab hasil tulisan di sini yang sangat monumental, antara lain Gurindam 12 lahir dari pulau ini," tegas Ansar, menumbuhkan rasa bangga lokal.

Pariwisata Halal: Integrasi Budaya dan Ekonomi
Puncak kunjungan adalah penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Pulau Penyengat. Langkah ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Pariwisata dan BPJPH, sekaligus upaya nyata pemerintah untuk memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan memperkuat daya saing produk daerah.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menuturkan bahwa Pulau Penyengat memiliki makna historis dan kultural yang mendalam. "Desa ini mencerminkan integrasi antara kekayaan budaya, nilai religius, dan potensi ekonomi masyarakat. Karena itu sangat tepat jika Pulau ini menjadi lokasi simbolis untuk menegaskan komitmen kita dalam penguatan pariwisata halal," ucap Widiyanti.

Menteri Widiyanti menegaskan, Penyengat bukan sekadar destinasi wisata religi, tetapi juga simbol peradaban Melayu Islam abad ke-19 dan tanah kelahiran pujangga besar Raja Ali Haji. "Di Bumi Gurindam 12 ini, kita belajar bahwa warisan budaya dan nilai-nilai luhur dapat menjadi dasar kemajuan ekonomi dan pariwisata yang berkelanjutan," katanya.

Sebagai pesan moral, ia mengutip salah satu syair Raja Ali Haji, "Apabila perintah lemah dan lembut, semua orang suka mengikut. Serta dengan malu dan takut, apa-apa kehendak tidak tersangkut," yang mengandung makna pentingnya kepemimpinan yang humanis dalam berwirausaha.

Kolaborasi Strategis dan Target Global
Hingga Oktober 2025, kolaborasi dengan BPJPH telah diperluas hingga mencakup 1.500 desa wisata di 15 provinsi, dalam rangka mendukung program Indonesia Muslim Travel Index 2025.

"Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama pariwisata halal dunia. Semoga Sinergi ini terus berlanjut untuk mendukung pengembangan desa wisata dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global pariwisata yang ramah muslim," pungkas Menteri Widiyanti, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, termasuk Pemprov Kepri dan masyarakat lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, juga menyampaikan harapan besar dari kunjungan ini. "Ibu Menteri dan rombongan langsung dibawa ke lokasi acara menggunakan bentor geulis yang menjadi ciri khas di Pulau Penyengat. Dengan sambutan adat penuh kehangatan ini, pemerintah daerah berharap kunjungan Menpar RI akan membawa angin segar bagi perkembangan sektor pariwisata Kepulauan Riau, khususnya Pulau Penyengat sebagai destinasi budaya unggulan," tutup Hasan. (BPras)

 

*** Berita ini telah diolah kembali dari sumber BatamToday.com, TribunBatam.id, dan Ulasan.

Sumber Foto : Enji (Kominfo) & Kamarul (Dispar)