BATAM — Deru roda sepeda gunung berpacu di antara pepohonan kawasan Mangsang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (12/10/2025). Adrenalin para pembalap internasional membuncah, sorak penonton menggema, dan semangat sport tourism Kepri mencapai puncaknya. Untuk pertama kalinya, ASEAN Master Downhill 2025 digelar di Batam, dan sukses besar!
Kejuaraan balap sepeda gunung kelas master ini tidak hanya sukses dari segi penyelenggaraan, namun juga berhasil mencuri perhatian wisatawan mancanegara, menandai babak baru bagi sport tourism Kepri. Bayangkan, tak kurang dari 200 peserta, baik atlet lokal yang bersemangat maupun rider internasional tangguh dari Inggris, Brasil, Filipina, Singapura, hingga Malaysia, memadati kawasan Mangsang. Mereka semua menaklukkan lintasan menantang sepanjang 1,8 kilometer yang sarat rintangan, sebuah desain trek yang diakui mampu memacu batas kemampuan dan meninggalkan kesan balap yang tak terlupakan.

Keberhasilan perdana ini disambut dengan optimisme membara dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya.
“Pencapaian ini, dengan 200 peserta dan atensi dunia, adalah langkah awal yang sangat positif. Kami melihat potensi besar di sini. Event ini bukan sekadar perlombaan; ini adalah platform untuk memperkenalkan Kepri, khususnya Batam, sebagai destinasi wisata olahraga bertaraf internasional,” ujar Hasan.
Hasan juga memastikan bahwa keberlanjutan adalah kunci. Pihaknya berencana menjadikan ASEAN Master Downhill sebagai agenda tahunan. Targetnya jelas: meningkatkan kunjungan wisman secara signifikan dan, yang terpenting, menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat melalui efek domino pariwisata.

Sejalan dengan semangat tersebut, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memberikan apresiasi tinggi dan pandangan visioner.
“Kepri memiliki keindahan alam yang unik dan berpotensi luar biasa untuk sport tourism. Suksesnya ASEAN Master Downhill di Batam membuktikan bahwa kita siap menjadi tuan rumah event olahraga besar. Ini adalah momentum emas. Saya berharap masyarakat Kepri juga merasakan dampak positifnya, mulai dari UMKM hingga sektor akomodasi. Kita akan terus mendukung dan memperluas inisiatif ini,” tegas Ansar.
Sebagai pemanis, sehari sebelum balapan, panitia menggelar gala dinner yang intim, mempertemukan para rider dan pemangku kepentingan. Momen hangat ini sengaja diciptakan agar para peserta membawa pulang kenangan tak hanya tentang trek yang menantang, tetapi juga keramahan Kepri, memupuk keinginan untuk kembali.

Tak berhenti di Batam, Hasan membeberkan rencana ambisius selanjutnya. “Pada tahun 2026, kami akan membuka lintasan balap sepeda baru di Kabupaten Bintan. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memperluas ‘peta’ wisata olahraga Kepri, memastikan wilayah ini menjadi tujuan wajib bagi sport enthusiast, yakni orang-orang yang sangat antusias dan bersemangat tentang olahraga, baik sebagai penonton, peserta, maupun keduanya dari seluruh penjuru dunia.”
Kepulauan Riau kini telah membunyikan loncengnya. Dari Mangsang, Batam, sebuah pesan optimistis terkirim: Kepri siap menjadi gerbang sport tourism Asia Tenggara. (BPras)
*** Berita ini telah diolah kembali dari sumber https://daerah.tvrinews.com/





