BINTAN – Semangat kebaharian dan kekayaan budaya Melayu berpadu dalam pembukaan akbar Wonderful Kepri Kogabwilhan I Fun Fishing 2025 di Desa Berakit, Bintan. Acara yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kepri bekerjasama dengan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) ini resmi dibuka pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Bukan sekadar ajang memancing, event yang berlangsung hingga 11 Oktober ini menjadikan Rumah Tua Melayu Desa Berakit sebagai panggung utama, sebuah simbol warisan yang menyambut kegembiraan masa kini.
Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan, S.Sos., yang mewakili Gubernur, menyampaikan rasa bangga atas kolaborasi ini. "Kami sangat mengapresiasi inisiasi Pangkogabwilhan I. Event ini adalah perwujudan nyata konsep pariwisata yang kami impikan: perpaduan harmonis antara budaya, lingkungan, hobi, dan penguatan UMKM," ujar Hasan.

Acara yang mengusung tema “Spirit of Wonderful Kepri” ini sukses menyedot 150 peserta pemancing dari berbagai daerah, mulai dari Batam, Tanjung Pinang, hingga Bintan. Mereka siap bersaing dalam Fun Fishing yang menjanjikan hadiah menarik.
Namun, daya tarik utama acara ini tak hanya soal pancingan. Rangkaian kegiatan pun dirancang untuk memuaskan mata dan hati, termasuk penampilan Tari Budaya Melayu yang memukau, Permainan Tradisional Gasing, hingga penampilan musik dari Band Kogabwilhan I dan artis lokal Kepri, Halim.

Tak hanya merayakan hobi, event ini juga menanamkan nilai-nilai kelestarian. Aksi penanaman mangrove dan Gerakan Wisata Bersih (GWB) di sepanjang Pantai Teluk Merbau menunjukkan komitmen Pemprov Kepri dalam menjaga keindahan bahari. Semarak pesta rakyat juga dihidupkan melalui lomba karung dan makan kerupuk yang mengundang tawa.
Secara terpisah, Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., menegaskan visi besar di balik acara ini. "Kepri adalah gerbang maritim yang kaya raya. Kepri Fun Fishing ini bukan hanya mengisi kalender event, tapi adalah upaya strategis kita untuk memposisikan Bintan, khususnya Berakit, sebagai destinasi wisata budaya dan bahari kelas dunia," tegas Gubernur Ansar.

Gubernur menambahkan, "Kita optimis, dengan mengangkat cagar budaya seperti Rumah Tua Melayu sebagai ikon, kita mampu menarik wisatawan mancanegara untuk datang. Kita bangga dengan sejarah kita, dan kita jadikan kebanggaan itu sebagai modal emas pembangunan ekonomi kreatif melalui UMKM."
Rumah Tua Melayu: Jantung Peradaban Bintan
Sorotan utama acara ini memang jatuh pada Rumah Tua Melayu Berakit di Kampung Teluk Merbau. Bangunan tradisional yang berdiri megah ini adalah Cagar Budaya Bintan yang unik. Terbuat dari kayu merbau dengan konsep arsitektur "Melayu susun tindih kasih" dan "susun siri," yang menariknya, dibangun tanpa menggunakan satu pun paku, melainkan pasak kayu. Di dalamnya, tersimpan peninggalan sejarah yang tak ternilai.
"Rumah Tua Berakit adalah background pembukaan yang sempurna. Ia bukan sekadar bangunan, melainkan manifestasi nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang harus terus kita lestarikan," tutup Kadispar Hasan.

Kehadiran unsur pengamanan maritim, seperti Kapal KRI Baladu, Kapal Patroli Basarnas, dan Polairud Polres Bintan, menjamin kelancaran dan keamanan seluruh kegiatan bahari. Dengan infrastruktur 30 tenda UMKM yang disiapkan Kogabwilhan I dan Dispar Kepri, diharapkan terjadi perputaran ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Wonderful Kepri Kogabwilhan I Fun Fishing 2025 adalah janji optimisme bahwa sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat mampu membawa pariwisata Kepri menuju puncak kejayaan. (BPras)
*** Berita ini telah diolah kembali dari sumber Panitia Wonderful Kepri Kogabwilhan I Fun Fishing 2025.