Cetak
Budy Prasetya
Kategori: BERITA
Dilihat: 345

JAKARTA – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menorehkan langkah strategis dalam memperluas sayap promosi budaya dan pariwisata. Sepanjang bulan Oktober 2025, Hotel Borobudur Jakarta menjelma menjadi panggung budaya yang memikat melalui program Discover Art & Culture 2025, yang berlangsung dari 1 hingga 31 Oktober 2025.

Selama sebulan penuh, suasana Hotel Borobudur disulap menjadi ruang apresiasi budaya yang hidup dan dinamis. Setiap sudut hotel menghadirkan pengalaman baru bagi para tamu dan pengunjung, dari pameran seni dan kaligrafi, bazaar UMKM, demo batik, hingga sesi diskusi budaya yang inspiratif.

Puncak kegiatan diwarnai oleh Discover Art & Culture Talkshow, yang menghadirkan tiga narasumber utama: Director of Marketing Communication Hotel Borobudur Jakarta, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau. Talkshow ini menjadi ruang inspiratif untuk membahas peran lintas sektor dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan nasional, sekaligus meneguhkan posisi Kepri sebagai poros budaya Melayu.

Dalam sesi Discover Art & Culture Talkshow, kolaborasi Kepri dan Hotel Borobudur Jakarta semakin menunjukkan sinerginya. Director of Marketing Communication Hotel Borobudur Jakarta membuka sesi dengan menegaskan bahwa program "Discover" adalah kontribusi nyata Hotel Borobudur dalam mendukung visi pariwisata berkelanjutan Indonesia. Program ini, yang telah berlangsung bertahun-tahun, menjadi wadah efektif untuk mempromosikan budaya, seni, pariwisata, dan ekonomi kreatif, serta memperkuat kolaborasi nasional maupun internasional.

Peran strategis Kepulauan Riau kemudian dibahas tuntas. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Juramadi Esram, dengan bangga menyampaikan upaya pelestarian budaya Melayu di tengah modernisasi. Juramadi menjelaskan bahwa Kepri memiliki kekayaan luar biasa berupa 103 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang terinventarisasi, di mana Pantun dan Gurindam adalah bagian pentingnya. Selain itu, Kepri juga memiliki dua Cagar Budaya tingkat Nasional, yaitu Makam Sultan Mahmud Ri’adsyah di Lingga dan Kawasan Pulau Penyengat. Komitmen pemerintah daerah untuk menjaga, merawat, dan melindungi warisan ini mendapat pengakuan tertinggi, dibuktikan dengan Anugerah Kebudayaan Indonesia yang diterima Gubernur Kepri pada tahun 2024, mengungguli provinsi lain seperti DKI Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.

Melengkapi perspektif kebudayaan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau menegaskan bahwa Kebudayaan adalah Jiwa Pariwisata. "Keduanya tidak bisa dipisahkan, kebudayaan adalah identitas daerah, dan pariwisata adalah sarana pemasarannya," ujarnya. Hasan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Hotel Borobudur atas ruang yang diberikan. Pariwisata Kepri menunjukkan kinerja yang sangat positif, dengan total kunjungan periode Januari–Agustus 2025 mencapai 1.270.460 wisatawan mancanegara dan 2.845.941 wisatawan nusantara.

Ke depan, Dinas Pariwisata Kepri telah menyiapkan 71 event unggulan di tahun 2026, yang didukung penuh oleh alokasi anggaran yang signifikan dari berbagai daerah, menunjukkan komitmen kuat Kepala Daerah sebagai kunci sukses pariwisata. Sebagai penutup, Hasan mengumumkan rencana optimis untuk menduplikasi konsep Discover Art & Culture di Kepulauan Riau, memastikan kekayaan Melayu terus bergaung di kancah global.

Di tempat terpisah, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menambahkan, “Kami menyambut baik kesempatan ini. Keikutsertaan Provinsi Kepulauan Riau dalam Discover Art & Culture 2025 adalah wujud nyata bahwa budaya Melayu Kepri patut mendapat sorotan lebih luas. Ini bukan hanya soal memamerkan produk, melainkan juga menyampaikan kisah, nilai, dan identitas kita kepada publik nasional dan internasional.”

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menutup dengan optimisme: “Partisipasi kami di acara ini penting agar perajin dan pelaku ekonomi kreatif Kepri memperoleh akses pasar dan jaringan baru. Dengan hadir secara fisik dan terlibat langsung dalam pameran dan demo, kami berharap ada dampak nyata terhadap produksi dan distribusi karya lokal, serta meningkatnya daya tarik wisata budaya Kepri.”

Kedua Kepala Dinas tersebut menegaskan bahwa melalui kolaborasi seperti ini, Kepri tidak hanya dikenal melalui pantai dan bahari, tetapi juga lewat warisan budaya, tekstil Melayu, dan kerajinan khas yang punya karakter unik, siap menjadi magnet baru pariwisata Indonesia.

Kolaborasi antara Hotel Borobudur Jakarta dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Discover Art & Culture menjadi simbol sinergi yang indah antara dunia usaha, komunitas seni, dan pemerintah daerah. Kegiatan ini bukan sekadar promosi, tetapi juga langkah nyata menuju penguatan jati diri bangsa lewat budaya, sekaligus memperluas jejaring ekonomi kreatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dengan semangat “From Kepri to the Capital, From Culture to the World”, acara ini menegaskan bahwa budaya Melayu tidak hanya hidup di masa lalu, tetapi terus bertumbuh, menginspirasi, dan menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia. (BPras)

 

Foto : BPras