Cetak
Budy Prasetya
Kategori: BERITA
Dilihat: 391

Tanjungpinang, 3 September 2025 — Meskipun beberapa kota besar di Indonesia tengah diliputi demonstrasi dalam beberapa hari terakhir, kondisi pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri) tetap aman, kondusif, dan penuh kehangatan. Empat pintu masuk utama wisatawan mancanegara, yakni: Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang tetap beroperasi normal dengan arus kedatangan turis asing yang stabil.

 

Setiap hari, wisatawan dari Singapura, Malaysia, hingga berbagai negara Asia dan Eropa tiba melalui pelabuhan ferry internasional dan bandara di Kepri. Senyum ramah petugas imigrasi, pelayanan pariwisata yang profesional, hingga atmosfer hangat khas masyarakat Melayu menyambut mereka, menghadirkan rasa aman dan nyaman.

 

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa Kepri selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan wisatawan. “Kondisi pariwisata di Kepulauan Riau tetap berjalan dengan baik. Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang aman untuk dikunjungi. Kami memastikan wisatawan tetap bisa menikmati keindahan alam dan budaya Melayu tanpa gangguan. Justru inilah saat yang tepat untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Kepri adalah rumah kedua yang ramah dan damai bagi wisatawan,” ujarnya optimistis.

 

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri pada Juli 2025 naik 25,02% dibandingkan Juli 2024 yakni dari sekitar 126.418 kunjungan menjadi 158.043 kunjungan. Selain itu, wisatawan nusantara (wisnus) juga mencatat kenaikan luar biasa hingga 50,38% dibanding tahun lalu.

 

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menekankan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk menjaga stabilitas destinasi. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak imigrasi, kepolisian, pelabuhan, bandara, dan pelaku pariwisata. Kepri siap menyambut setiap tamu dengan penuh keramahan dan memastikan pengalaman berwisata tetap menyenangkan,” jelasnya.

 

Fakta di lapangan menunjukkan, meski ada peningkatan kewaspadaan global akibat demonstrasi di beberapa kota Indonesia, wisatawan tetap datang ke Kepri dengan jumlah yang stabil. Batam dan Bintan masih menjadi magnet utama karena akses cepat dari Singapura dan Malaysia, sementara Karimun dan Tanjungpinang terus tumbuh sebagai destinasi wisata budaya, sejarah, dan bahari. Wisatawan dari negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia tetap mendominasi, sementara inisiatif seperti relaksasi visa PR Singapura turut memperkuat kunjungan.

 

Situasi kondusif ini menjadi bukti bahwa Kepri adalah salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia yang tangguh. Keamanan, kenyamanan, serta keramahan masyarakatnya membuat wisatawan merasa betah. Lebih dari sekadar berwisata, kedatangan mereka menjadi jembatan persahabatan antarbangsa dan penggerak roda ekonomi daerah. (BP)