Cetak
Budy Prasetya
Kategori: BERITA
Dilihat: 709

Batam – Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata Indonesia. Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau melalui Bidang Kelembagaan dan SDM bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Kepri menggelar Rapat Kerja Implementasi Promosi Wisata dan Keuangan Digital yang berlangsung di Nongsa Point Marina, Batam, Jumat (22/8/2025).

 

Rapat kerja ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan pariwisata, mulai dari PHRI Kepri, Asita Kepri, HPI Kepri, manajemen Bintan Resort Cakrawala (Lagoi), Nongsa Resorts Batam, hingga Agro Resort Trikora Bintan. Turut hadir pula Kepala Dinas Pariwisata dari Tanjungpinang, Bintan, serta perwakilan dari Batam, Karimun, Natuna, Anambas, dan Lingga.

 

Agenda utama membicarakan strategi promosi pariwisata Kepri serta implementasi sistem keuangan digital bagi wisatawan mancanegara. Melalui sinergi ini, wisatawan dari Singapura, Malaysia, Thailand, hingga pasar Asia dan Eropa nantinya dapat melakukan transaksi lebih mudah di Kepri, sejalan dengan tren global digitalisasi pembayaran.

 

Tak hanya itu, rapat kerja juga membahas pilot project penerapan pariwisata regeneratif di Kepri. Konsep ini menjadi bagian penting dari arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2024–2029.

Dalam regulasi tersebut, Presiden menegaskan bahwa pembangunan pariwisata Indonesia harus mengedepankan prinsip berkualitas dan berkelanjutan, dengan titik tekan pada pariwisata regeneratif. Artinya, pembangunan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, melainkan juga memastikan bahwa kegiatan wisata memberi dampak positif bagi sosial, budaya, dan lingkungan.

 

Konsep ini mengajak seluruh pelaku industri dan masyarakat lokal untuk terlibat aktif dalam transformasi destinasi wisata. Mulai dari menjaga kelestarian alam, melestarikan kearifan lokal, hingga mengembangkan produk UMKM dan ekonomi kreatif yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kepri.

 

Ketua ASITA Kepri, PHRI Kepri, dan HPI Kepri menyatakan dukungan penuh terhadap upaya ini. Mereka menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata, agar pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya kontribusi PDRB dari sektor pariwisata, dapat terus meningkat.

 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menegaskan bahwa koordinasi dengan seluruh kepala dinas kabupaten/kota akan segera dilakukan: “kami ingin memastikan setiap destinasi wisata di daerah dapat dipromosikan dengan maksimal. Selain itu, pelaku industri pariwisata juga harus berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat lokal, agar produk UMKM dan ekonomi kreatif Kepri bisa ikut terangkat. Konsep pariwisata regeneratif memberi peluang besar agar pariwisata tidak hanya dinikmati sekarang, tetapi diwariskan untuk generasi mendatang.”

 

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memberikan apresiasi atas terselenggaranya rapat kerja ini. Menurutnya, digitalisasi pariwisata dan penerapan pariwisata regeneratif adalah langkah maju untuk menjadikan Kepri sebagai destinasi kelas dunia.

 

“Pariwisata Kepri harus bergerak seiring perkembangan zaman. Dengan promosi yang kuat, sistem keuangan digital yang memudahkan wisatawan, serta konsep pariwisata regeneratif sesuai amanah Perpres RPJMN 2024–2029, saya optimistis Kepri bisa menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia. Kita ingin pariwisata Kepri hadir bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat, budaya, dan lingkungan.”

 

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Hafid Ridho, Asisten Manajer Fungsi Kebijakan Implementasi Sistem Pembayaran sekaligus Plt. Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Perwakilan Kepri, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendorong implementasi transaksi digital di sektor pariwisata.

 

“Wisatawan dari Singapura, Malaysia, hingga Thailand akan lebih mudah bertransaksi di Kepri. Hal ini tidak hanya memudahkan mereka, tetapi juga mendorong ekosistem pariwisata Kepri agar semakin kompetitif di pasar Asia bahkan Eropa,” jelas Hafid.

 

Dengan rapat kerja ini, Kepri semakin mantap menatap masa depan pariwisata yang berkelas dunia, inklusif, berkelanjutan, dan membanggakan Indonesia. (BP)