Cetak
Budy Prasetya
Kategori: BERITA
Dilihat: 893

Jakarta, 20 Agustus 2025 – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sejarah baru dalam pembangunan sektor pariwisata. Bersama Bali dan Jakarta, Kepri ditetapkan sebagai daerah prioritas penerapan konsep Pariwisata Regeneratif. Penetapan ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (20/8).

 

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2024–2029, di mana pariwisata Indonesia diarahkan menuju kualitas dan keberlanjutan.

Apa Itu Pariwisata Regeneratif?

Pariwisata regeneratif bukan sekadar menjaga kelestarian, tetapi menekankan pemulihan dan peningkatan kondisi sosial, budaya, serta lingkungan yang terdampak aktivitas pariwisata. Konsep ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal, sehingga destinasi wisata tidak hanya indah, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga setempat.

 

"Pariwisata regeneratif berarti pariwisata yang menyehatkan. Bukan hanya bagi alam, tetapi juga bagi masyarakat dan budayanya. Dengan cara ini, pariwisata hadir bukan untuk menguras, melainkan menghidupkan," ujar Hasan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri.

 

Mengapa Kepri?

Kepulauan Riau dinilai memiliki karakteristik unik: kaya akan budaya Melayu, beragam destinasi maritim, dan masyarakat yang masih menjunjung tinggi semangat gotong royong. Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, juga telah menunjukkan komitmen dalam mendukung pengembangan pariwisata regeneratif.

 

Banyak kegiatan masyarakat di destinasi populer, seperti Pulau Penyengat, yang ditetapkan sebagai percontohan wisata regeneratif Kepri, dilakukan melalui gotong royong, menjaga kebersihan, serta melibatkan warga lokal dalam aktivitas wisata.

 

"Pulau Penyengat adalah wajah Kepri di mata dunia. Dengan pariwisata regeneratif, kita ingin menunjukkan bahwa Kepri bukan hanya indah, tetapi juga ramah, sehat, dan berkelanjutan," tambah Hasan penuh optimisme.

 

Rangkaian Rakortas

Rakortas dibuka resmi oleh Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet, Satya Bhakti Parikesit, S.H., M.M., LL.M., dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu Asisten Deputi Energi, Sumber Daya Mineral, dan Pariwisata, Ida Dwi Nilasari, S.H., M.H.

 

Sejumlah pakar turut hadir memberikan pemaparan:

  1. Dr. Ir. Myra P. Gunawan, M.T. (ITB) dengan tema Tinjauan Pariwisata Regeneratif dan Rekomendasi Kebijakan Strategis.
  2. Dr. Diaz Pranita, M.M. (UI) dengan tema Peningkatan Daya Saing SDM Pariwisata dalam Menguatkan Pariwisata Regeneratif.
  3. Ir. Hengky Hermantoro, MURP/MA. (Institut Pariwisata Trisakti) dengan tema Transformasi dari Pariwisata Konvensional ke Pariwisata Regeneratif.
  4. Diskusi berlangsung hangat, melibatkan perwakilan kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan pariwisata nasional.

Harapan Ke Depan

Melalui penetapan Kepri sebagai pilot project, diharapkan pariwisata daerah tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan menjaga kelestarian ekosistem maritim.

 

Hasan optimistis, Kepri akan menjadi contoh sukses penerapan pariwisata regeneratif di Indonesia, "Kami ingin setiap wisatawan yang datang ke Kepri merasakan bukan hanya keindahan alam, tetapi juga energi positif masyarakat yang menjaga dan merawat lingkungannya. Dengan begitu, pariwisata Kepri bukan hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga aset nasional." (BP)