Pulau Penyengat, Tanjungpinang – Suasana penuh warna akan tersaji di Pulau Penyengat pada Minggu, 24 Agustus 2025, ketika Lomba Permainan Rakyat digelar sebagai bagian dari kemeriahan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dua tradisi kebanggaan masyarakat Melayu, yaitu Lomba Perahu Jong dan Layang-Layang Exhibition, siap memikat hati pengunjung.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau ini akan dilaksanakan di dua titik utama: Lomba Perahu Jong di tepi pantai Balai Adat dan Layang-Layang Exhibition di halaman Balai Adat Pulau Penyengat. Masing-masing lomba diikuti oleh 30 peserta, dengan total hadiah sebesar Rp5 juta yang akan diperebutkan.
Secara khusus, Lomba Perahu Jong diselenggarakan oleh Komunitas Jong Pulau Penyengat yang selama ini aktif menjaga dan melestarikan tradisi Jong sebagai ikon budaya maritim Melayu. Kehadiran komunitas ini tidak hanya menghadirkan otentisitas, tetapi juga menunjukkan peran nyata masyarakat dalam merawat warisan budaya.
“Perahu Jong dan Layang-Layang bukan sekadar permainan rakyat, tetapi cerminan kreativitas, persaudaraan, dan identitas budaya kita. Melalui event ini, kita ingin menumbuhkan kebanggaan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menyongsong masa depan Kepri,” ungkap Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menambahkan bahwa Pulau Penyengat dipilih sebagai lokasi karena menjadi ikon budaya Melayu yang mendunia. “Dari Penyengat, kita ingin memperkenalkan kepada generasi muda dan wisatawan bahwa permainan rakyat bisa menjadi atraksi wisata budaya yang bernilai tinggi. Ini adalah bukti bahwa Kepri tidak hanya kaya akan alam, tetapi juga tradisi,” ujarnya.
Acara yang akan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain menyaksikan perlombaan, masyarakat juga dapat menikmati keindahan Pulau Penyengat yang sarat sejarah.
Dengan balutan semangat kemerdekaan dan kearifan lokal, Lomba Permainan Rakyat di Pulau Penyengat menjadi momentum untuk meneguhkan kembali identitas budaya Melayu Kepulauan Riau di panggung nasional dan internasional. (BP)
