Cetak
Budy Prasetya
Kategori: BERITA
Dilihat: 1123

Tanjung Pinang - Kepulauan Riau kembali meneguhkan jati dirinya sebagai provinsi maritim dengan kekayaan budaya yang luar biasa. Kepulauan Riau pun bersiap menyambut momen bersejarah: Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pariwisata menghadirkan rangkaian kegiatan yang menggabungkan tradisi, seni, hiburan modern, hingga pesta rakyat.

 

Kapan dan di mana acara berlangsung?
Rangkaian kegiatan dimulai pada 17 Agustus 2025 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2025 di beberapa lokasi ikonik, mulai dari Laman Tugu Sirih dan Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, hingga Pulau Penyengat dan Mega Mall Batam Center.

 

Apa saja rangkaian acaranya?
1. Layang-Layang & Gasing Exhibition – 17 Agustus 2025
Langit Tanjungpinang akan dihiasi warna-warni layangan, sementara suara gasing tradisional berputar di Laman Tugu Sirih. Dua permainan rakyat ini bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya Melayu yang sarat filosofi kebersamaan. Exhibition ini akan digelar dua sesi, pukul 11.00 dan 16.00 WIB, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan atraksi budaya yang jarang ditemui di era modern.

 

2. Malam Ramah Tamah & Hiburan Rakyat – 17 Agustus 2025
Sore menjelang malam, suasana Tanjungpinang akan semakin meriah. Malam Ramah Tamah & Hiburan Rakyat digelar di halaman Gedung Daerah pukul 19.30 WIB. Acara ini menghadirkan artis nasional dalam konsep Three Generation: Ronny Waluya (eks Kahitna), Tri Utamie, dan Ressa Herlambang, ditambah penampilan Samudera Ensemble yang membawakan nuansa musik khas.

Tidak hanya itu, masyarakat bisa menikmati 7.000 kupon Kuliner Merdeka Gratis yang disiapkan Dinas Pariwisata Kepri mulai pukul 18.30 WIB di Laman Tugu Sirih.

Malam tersebut semakin meriah dengan Kepri Carnival Celebration, Paskibraka Performance, Makyong Celebration, Tari Kreasi Kepri Tourism Destination, hingga Band Kogabwilhan I. Di penghujung acara, diumumkan finalis dan pemenang Tourism Destination Dance Video Competition 2025, ajang kreativitas generasi muda yang menyatukan seni tari dan promosi destinasi Kepri.

 

3. Lomba Permainan Rakyat – 24 Agustus 2025
Pulau Penyengat, pusat sejarah Melayu dan simbol kebesaran budaya Kepri, akan menjadi saksi Lomba Permainan Rakyat. Agenda ini menghadirkan Layang-Layang Exhibition di pelataran Balai Adat, serta Lomba Perahu Jong di perairan Pulau Penyengat, mulai pukul 08.00 WIB.

Lomba ini tidak hanya mempertahankan warisan budaya lokal, tetapi juga menghidupkan kembali kebersamaan masyarakat pulau. Anak-anak, remaja, hingga orang tua bisa turut serta, merasakan bagaimana permainan tradisional menjadi media pemersatu bangsa.

 

4. Kemilau Nusantara Kepri: 29–30 Agustus 2025
Menjelang penutupan rangkaian HUT RI, pelataran Jl. Merdeka, Kota Tanjungpinang akan menjadi pusat perhatian lewat event Kemilau Nusantara Kepri. Acara ini menghadirkan parade seni budaya Nusantara serta konser spektakuler dari Ipank dan Samudera Ensemble. Dengan tata panggung meriah di ruang terbuka, Kemilau Nusantara Kepri bukan sekadar hiburan, tapi juga simbol keterbukaan Kepri sebagai daerah multikultural yang menyatukan berbagai warna budaya Indonesia selama dua malam, 29–30 Agustus 2025.

Tari-tari daerah, musik etnik, hingga busana tradisional akan menghidupkan suasana malam Tanjungpinang, seolah merangkum keragaman budaya Nusantara dalam satu panggung.

Kemilau Nusantara Kepri menjadi ruang pertemuan budaya sekaligus menegaskan peran Kepri sebagai simpul persaudaraan bangsa, tempat di mana keberagaman menjadi kekuatan persatuan.

 

5. Kepri Foto Fest 2025: 30–31 Agustus 2025
Sebagai penutup rangkaian kemerdekaan, Kepri Foto Fest 2025 digelar di Atrium Mega Mall Batam Center selama dua hari penuh, 30–31 Agustus. Dengan tema “Melihat Destinasi Kepri”, festival ini menghadirkan pameran karya fotografi yang merekam keindahan wisata, budaya, dan kehidupan masyarakat Kepri.

Acara semakin hidup dengan tari kreasi Melayu, DJ performance, hingga penampilan seni lainnya. Ajang ini menjadi wadah para fotografer untuk menunjukkan karya terbaik, sekaligus memperkenalkan destinasi Kepri ke mata publik yang lebih luas.

 

Mengapa penting?
Lebih dari sekadar perayaan, acara ini menjadi simbol persatuan, syukur, dan kebanggaan masyarakat Kepri. Melalui tradisi lokal seperti gasing, perahu jong, dan makyong, dipadu dengan hiburan modern dari artis ibukota hingga DJ performance, Kepri ingin menunjukkan bahwa kemerdekaan dirayakan dengan warna, energi, dan harapan baru menuju Indonesia Emas 2045.

 

Bagaimana masyarakat bisa ikut serta?
Semua kegiatan terbuka untuk umum, dengan beberapa suguhan spesial seperti 7.000 kupon Kuliner Merdeka Gratis, hiburan rakyat, dan pameran fotografi yang dapat dinikmati bersama keluarga.

 

Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., menegaskan bahwa momentum perayaan HUT RI ini bukan hanya pesta seremonial, melainkan juga ruang kebersamaan seluruh masyarakat Kepri.

“Kita ingin HUT RI ke-80 ini dirasakan sebagai milik bersama. Ada ruang bagi budaya tradisi untuk tampil, ada wadah bagi kreativitas generasi muda, ada kebahagiaan yang bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. Inilah wajah Kepulauan Riau: beragam, terbuka, dan penuh semangat persatuan. Mari rayakan kemerdekaan dengan gembira, sambil terus menatap optimis menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ansar Ahmad.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang agar masyarakat bisa ikut serta secara langsung, baik sebagai penonton maupun pelaku.

“Kita siapkan mulai dari hiburan rakyat, pameran foto, hingga permainan tradisional yang khas Kepri. Bahkan Pemprov menyediakan 7.000 kupon Kuliner Merdeka Gratis agar masyarakat bisa menikmati kebersamaan sambil merayakan kemerdekaan. Semoga seluruh agenda ini menjadi wadah memperkuat kebanggaan kita terhadap budaya sekaligus mempromosikan pariwisata Kepri,” tutur Hasan. (BP)