Cetak
Budy Prasetya
Kategori: BERITA
Dilihat: 568

Pulau Penyengat - Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan melibatkan berbagai pihak mulai dari masyarakat lokal hingga pejabat pusat. “Insya Allah kegiatan akan dihadiri oleh Sekretaris Menteri Pariwisata, Deputi Pengembangan Destinasi, serta jajaran dari Kemenparekraf,” ujar Hasan pada Selasa (29/7/2025).

 

Rangkaian aksi bersih-bersih akan difokuskan di area pesisir sekitar Balai Adat dan lingkungan permukiman masyarakat Pulau Penyengat. Selain jajaran Kemenparekraf, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad juga dijadwalkan hadir bersama unsur Pemerintah Kota Tanjungpinang, Pemprov Kepri, serta komunitas lingkungan dan pegiat pariwisata.


Pemilihan Pulau Penyengat sebagai lokasi GWB bukan tanpa alasan. Menurut Hasan, posisi strategis pulau ini dalam peta pariwisata Kepri menjadikannya sangat relevan. “Pulau Penyengat bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya, tapi juga memiliki potensi besar di sektor ekowisata dan bahari,” jelasnya.


Melalui program ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan kawasan wisata semakin meningkat. “Kami ingin agar kegiatan ini tidak hanya sebatas aksi simbolis, tapi menjadi langkah konkret menuju pariwisata yang berkelanjutan,” tambah Hasan.


Ia juga menegaskan bahwa sinergi lintas sektor—antara pemerintah pusat, daerah, dan para pemangku kepentingan—sangat menentukan keberhasilan program semacam ini. “Kita ingin menciptakan dampak jangka panjang, khususnya bagi wilayah perbatasan dan kepulauan seperti Kepri,” tegasnya.


Gerakan Wisata Bersih sendiri merupakan salah satu program prioritas Kemenparekraf yang diluncurkan sejak 23 Januari 2025. Inisiatif ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo yang mendorong pembangunan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan kompetitif.

 

Di tingkat daerah, Pemprov Kepri melalui Dinas Pariwisata terus menunjukkan komitmen untuk meningkatkan standar kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di kawasan wisata. Gubernur Ansar pun diketahui aktif dalam upaya pelestarian, termasuk melalui kegiatan gotong royong yang telah beberapa kali dilaksanakan di Pulau Penyengat selama beberapa bulan terakhir. (BP)