Batam — Semangat kolaborasi dan optimisme menggema di Graha Kepri, Batam, saat Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Rapat Kerja bersama para Kepala Dinas Pariwisata dari kabupaten dan kota se-Provinsi Kepri, Kamis (12/6).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk meramu strategi pariwisata Kepri yang lebih segar, berdaya saing, dan menyatu dengan kekuatan lokal. Dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, empat isu utama menjadi fokus pembahasan: pengembangan destinasi, penguatan ekonomi kreatif, pemasaran pariwisata, serta kelembagaan sektor pariwisata.
“Kepri memiliki potensi luar biasa, dari alam, budaya, hingga karya kreatif masyarakatnya. Yang kita perlukan adalah sinergi dan arah bersama agar Kepri benar-benar menjadi tujuan wisata unggulan,” ujar Hasan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri saat membuka rapat.
Rapat kerja ini fokus pada pembahasan beberapa hal strategis: pengembangan destinasi unggulan di tiap daerah, penguatan ekonomi kreatif dan industri turunannya, strategi pemasaran pariwisata, pengembangan kelembagaan, hingga perencanaan event unggulan daerah sebagai penggerak kunjungan wisatawan.
Tak hanya itu, diskusi tentang strategi promosi pariwisata pun menjadi sorotan utama. Para peserta saling berbagi pengalaman, ide, dan rencana inovatif—mulai dari branding destinasi, kolaborasi antar wilayah, hingga sinergi digital untuk promosi yang lebih luas dan efektif.
Mewakili Pemerintah Provinsi Kepri, Gubernur Kepulauan Riau meemberikan apresiasi tinggi atas semangat dan kreativitas yang ditunjukkan oleh setiap kabupaten dan kota. Beliau menegaskan bahwa Pemprov Kepri siap mendukung penuh pelaksanaan event-event unggulan daerah yang terbukti mampu menarik wisatawan sekaligus mengangkat potensi lokal.
“Event daerah bukan sekadar hiburan, tapi etalase budaya, kreativitas, dan identitas Kepri. Kepri melalui Dinas Pariwisata Kepri mendukung sepenuhnya agar tiap daerah bisa tampil dengan warna dan ciri khas masing-masing,” ujar Hasan.
Diskusi berjalan dinamis, membahas bagaimana setiap daerah dapat mengembangkan destinasi unggulannya, mendorong pelaku ekonomi kreatif naik kelas, serta menciptakan strategi pemasaran yang selaras — baik di dalam negeri maupun ke pasar internasional. Tak kalah penting, kelembagaan dan tata kelola pariwisata juga dibahas untuk memperkuat fondasi layanan yang profesional dan berkelanjutan.
Rapat ini juga menjadi wadah bertukar inspirasi antar daerah. Dari pesona bawah laut Anambas, kehangatan budaya Melayu di Karimun, event top internasional di Bintan, hingga geliat kuliner dan event di Batam dan Tanjungpinang — semuanya diramu dalam semangat membangun pariwisata Kepri yang inklusif dan berdaya saing.
Kepri siap menyambut dunia, dan langkah strategis ini adalah awal dari perjalanan yang lebih cerah untuk pariwisata Bunda Tanah Melayu. (BP)