Tanjungpinang – Upaya memperkuat fondasi pariwisata Kepulauan Riau kembali menemukan momentumnya. Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau menggelar audiensi strategis bersama Forum Industri Tour & Travel Kepulauan Riau, Rabu (4/2/2026), sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku industri dalam merumuskan arah pariwisata yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, berlangsung dinamis dan penuh keterbukaan. Para pelaku industri memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan berbagai kondisi lapangan, mulai dari kebutuhan penguatan destinasi, fasilitas pendukung wisata, keselamatan transportasi laut, hingga penataan wisata bahari dan heritage.
Salah satu perwakilan Forum Industri Tour & Travel Kepulauan Riau, Surya, menegaskan bahwa audiensi ini menjadi momentum penting bagi industri untuk menyatukan suara dan arah gerak.
“Selama ini asosiasi pariwisata di Kepri berjalan sendiri-sendiri. Melalui forum ini, kami ingin membangun sinergi yang lebih solid, agar industri dan pemerintah bisa melangkah seirama. Kami optimistis, jika kolaborasi ini konsisten, pariwisata Kepri akan semakin kuat dan profesional di mata wisatawan,” ujarnya.
Forum juga menegaskan posisi Batam sebagai hub utama pariwisata Kepulauan Riau, yang perlu diperkuat dengan destinasi penyangga seperti Bintan dan Tanjungpinang. Hal ini dinilai strategis untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara dari Malaysia yang pertumbuhannya sangat signifikan.
Berbagai tantangan lapangan turut disampaikan, mulai dari keterbatasan atraksi pendukung, fasilitas dasar destinasi, hingga persoalan pramuwisata dan keselamatan transportasi laut. Pulau Penyengat, misalnya, mencatat peningkatan kunjungan wisatawan, namun masih membutuhkan penataan infrastruktur dan layanan agar pengalaman wisata semakin aman dan nyaman.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menegaskan bahwa pemerintah provinsi berperan sebagai fasilitator, pembina, dan koordinator pembangunan kepariwisataan. Ia menekankan pentingnya pemahaman pembagian kewenangan sesuai regulasi, agar pembangunan pariwisata berjalan efektif dan saling menguatkan.
“Pariwisata Kepulauan Riau harus tumbuh dalam satu irama. Pemerintah provinsi membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pelaku industri dan asosiasi pariwisata. Kita ingin pariwisata yang tidak hanya ramai, tetapi juga berkualitas, aman, dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” tegas Hasan.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap kabupaten/kota di Kepulauan Riau telah memiliki tema pengembangan destinasi yang saling melengkapi, mulai dari wisata belanja, resort, ekowisata, hingga heritage dan budaya. Sinergi antardaerah inilah yang diyakini mampu memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu gerbang wisata unggulan Indonesia di kawasan regional.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen mendorong pertemuan lanjutan yang melibatkan Gubernur serta para bupati dan wali kota se-Kepulauan Riau. Forum lanjutan ini diharapkan menjadi ruang koordinasi strategis untuk menindaklanjuti aspirasi industri secara konkret dan terukur, sekaligus menegaskan optimisme bahwa pariwisata Kepulauan Riau tengah memasuki fase baru yang lebih solid, terarah, dan berkelas dunia. (BPras)