Cetak
Budy Prasetya
Kategori: BERITA
Dilihat: 283

Membaca data statistik pariwisata Kepulauan Riau sepanjang tahun 2025 bukan sekadar perkara deretan angka di atas kertas, melainkan membaca sebuah narasi kolaborasi. Ketika Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau merilis angka kunjungan wisatawan mancanegara yang menembus 2.027.037 jiwa, ini adalah momentum di mana Kepulauan Riau menegaskan posisinya sebagai pintu gerbang utama pariwisata di ujung Utara Indonesia. Pertumbuhan sebesar 21,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya adalah bukti sahih atas konsistensi, kerja lintas sektor, dan keyakinan bahwa pariwisata bukan sekadar industri hiburan, melainkan penggerak ekonomi rakyat dan jembatan budaya antarbangsa.

 

Desember 2025 menjadi saksi puncak dari performa gemilang ini. Dengan 247.024 kunjungan wisman dalam satu bulan, Kepri mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 56,97 persen dibanding bulan sebelumnya. Batam tetap menjadi lokomotif utama yang menarik gerbong pariwisata dengan kontribusi hampir 80 persen, diikuti Bintan yang tumbuh melesat di penghujung tahun. Namun, yang lebih menyentuh adalah bagaimana denyut ekonomi ini terasa hingga ke pelosok melalui 4,29 juta perjalanan wisatawan nusantara yang tumbuh 22,99 persen. Ini adalah tentang pergerakan manusia yang menghidupkan UMKM, mengisi kamar-kamar hotel hingga okupansinya melampaui rata-rata nasional, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

 

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kolaborasi multidimensi. Ansar menegaskan bahwa keberhasilan menembus angka dua juta kunjungan ini merupakan cermin dari stabilitas daerah dan kualitas destinasi yang terus bersolek. Bagi Ansar, pariwisata adalah instrumen utama dalam pemerataan kesejahteraan, sebuah visi yang kini terwujud dalam kontribusi devisa yang mencapai angka fantastis Rp22,6 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik ekonomi, melainkan napas bagi pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Kepulauan Riau.

 

Senada dengan visi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, melihat bahwa tahun 2025 adalah sebuah fondasi untuk lompatan yang lebih tinggi. Hasan mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan wisatawan yang semakin mengakar kuat, yang tercermin dari lama menginap tamu asing yang terjaga stabil di angka 1,96 malam. Menatap tahun 2026, pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak sedang berpuas diri, melainkan telah mematok target ambisius 2,7 juta kunjungan. Strategi yang diusung pun lebih elegan, yakni memadukan wisata kebugaran melalui Wonderful Indonesia Wellness di Bintan dengan kekayaan budaya lewat Kharisma Event Nusantara seperti Jong Race Festival dan Kenduri Seni Melayu.

 

Masa depan pariwisata Kepri di tahun 2026 bukan lagi tentang sekadar mendatangkan orang, melainkan tentang kualitas pengalaman dan keberlanjutan. Dengan dukungan event internasional dan penguatan narasi budaya seperti Penyengat Heritage, Kepri sedang bersiap bertransformasi dari sekadar tempat persinggahan menjadi destinasi impian. Optimisme ini beralasan, karena di balik angka Rp22,6 triliun itu, ada jutaan harapan masyarakat Kepri yang kini mulai merekah. Kita sedang melihat Kepulauan Riau tidak hanya sebagai beranda depan, tapi sebagai wajah masa depan pariwisata Indonesia yang tangguh, elegan, dan penuh pesona.

 

Hasan menutup optimisme itu dengan keyakinan sederhana namun kuat. “Dengan penguatan promosi, peningkatan kualitas destinasi, dan event berskala nasional serta internasional, kami optimistis pariwisata Kepulauan Riau akan terus tumbuh dan memberi dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” katanya. (BPras)